13 September 2011

Doa Serah Terima Jabatan


A'uudzubillahi Minasy Syaithaanir Rajiim, Bismillah Hirrohmaanirrohiim
.........اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Ya allah , ya tuhan kami,
dengan mengucapkan puji serta syukur kehadirat-mu atas segala rahmat karunia-mu yang telah engkau limpahkan kepada kami , pada saat ini kami hadir bersama dalam rangkaian acara sertijab untuk itu ya allah ya rahman ya karim jadikanlah sertijab ini sebagai acara yang engkau redhai, yang membawa barokah, rahmat, taufiq dan hidayah-mu buat kami semuanya,

Ya allah ya rabbana.
Dengan diadakan sertijab ini., kami mohon kepada engkau semoga bbmg wil ii kedepan lebih berdaya guna bagi masyarakat, serta tumbuhkan rasa persatuan , kesatuan serta rasa kebersamaan dan ukhuwwah kedalam lubuk hati sanubari kami, agar kami dapat melaksanakan segala program bbmg ii di masa yang akan datang

Allahumma ya allah ya rabbana ya karim , ya tawwaf.
Apaapun yang kami lakukan saat ini, kesemuanya adalah semata-mata ingin untuk meningkatkan nuansa hidup dan penghidupan kami, kami menyadari bahwa masyarakat yang adil dan sejahtera adalah dambaan harapan kami, untuk itu ya allah, berilah kami sekalian kekuatan lahir dan bathin untuk dapat melaksanakan dan menata kehidupan kami menuju hari esok yang lebih cerah dan dan lebih baik.

Allahumma ya allah ya ghaffar
jauhkan dan hindarkanlah kami dari musibah dan bencana yang menimpa kami, betapa banyak musibah yang telah menimpa masyarakat dan bangsa kami, kami yakin musibah itu terjadi karena engkau masih cinta dan sayang kepada kami, agar kami mau kembali kejalan-mu. Kami ingat akan kekuasaan-mu, agar kami sadar untuk akan melaksanakan aturan dan norma-mu

Jadikanlah kami hamba-hamba-mu orang yang mau bertaubat dengan taubatan nasuha. Serta jadikan kami hamba-mu yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang telah engkau berikan kepada kami

Ya allah, ampunilah dosa dan kesalahan kami, janganlah dengan sebab kesalahan kami dengan sebab kezhaliman kami engkau menimpakan azab yang sangat dahsyad. Ampunilah kesalahan dan dosa-dosa kami. Dosa kedua ibu bapa kami serta dosa dan kesalaha para pemimpin-pemimpin kami .

Ya alllah, tunjukan kepada kami yang benar itu memang benar adanya dan berilah kemampuan kepada kami untuk menjalankannya, dan tunjukan kepada kami yang salah itu memang salah adanya dan berilah kemampuan kepada kami untuk menghindarkannya

Ya allah, hanya kepada-mu kami melakukan pebgabdian dan hanya kepada-mu kami mohon pertolongan. Iyyaka na`budu waiyyaka nasta`in.
Rabbana taqabbalminna innaka antassamiul alim, watub`alaina innaka antattauwaburrahim.

10 September 2011

Filsafat, Ilmu dan Filsafat Ilmu [Sebuah Terminologi]


Istilah filsafat atau falsafah memiliki banyak arti. Menurut Socrates, filsafat merupakan cara berpikir secara radikal dan menyeluruh [holistic] atau cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya.

Filsafat dalam peranya tidak bertugas menjawab pertanyaan yang muncul dalam kehidupan, namun justru mempersoalkan jawaban yang diberikan. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa berfilsafat adalah berpikir radikal (hingga sampai ke-akarnya], menyeluruh dan mendasar.

Wiil Durant adalah seorang-orang yang menggambarkan filsafat sebagai pasukan marinir yang sedang merebut sebuah pantai. Setelah pantai berhasil dikuasai, pasukan infanteri dipersilahkan mendarat. Pasukan infanteri adalah merupakan, “pengetahuan “ yang diantaranya “ilmu”.

Dari realita itulah nampak bahwa ilmu berasal dari filsafat, perkembagan ilmu senantiasa dirintis oleh filsafat. Oleh karena itu untuk memahami ilmu terlebih dahulu harus memahami filsafat.

Filsafat mendorong orang untuk mengetahui apa yang sudah diketahui dan apa yang belum diketahui. Dinyatakan pula oleh Wiil Durant bahwa filsafat pada awalnya memiliki dua cabang, yakni :
  • filsafat alami [natural philosophy] 
  • filsafat moral [moral philosophy] 
Filsafat alami berkembang menjadi ilmu-ilmu alam sedangkan filsafat moral berkembang menjadi ilmu-ilmu sosial.

Hal-hal yang menjadi kajian filsafat adalah :
Logika
Logika adalah kajian yang mencari mana yang benar dan yang salah

Etika
Etika adalah kajian yang mencari mana yang baik dan yang tidak baik

Estetika
Estetika adalah kajian untuk menentukan mana yang indah dan mana yang tidak indah

Metafisika
Metafisika adalah kajian yang termasuk ke dalam teori tentang ada atau tentang tidak ada, hakikat keberadaan suatu zat, hakikat pikiran, dan kaitan antara pikiran dan zat.

Politik
Politik adalah kajian mengenai organisasi pemerintahan yang ideal.

Simpulan singkat yang kita peroleh adalah :
Filsafat bersifat menyeluruh, mendasar dan spekulatif, sedangkan cakupan filsafat hanyalah hal-hal yang bersifat umum.

Ilmu memiliki cakupan yang lebih sempit dari filsafat, namun memiliki kedalam dan lebih tuntas. Ilmu mengalami perkembangan, yakni perkembangan tahapan awal dan tahapan akhir. Pada tahapan awal ilmu masih menggunakan norma filsafat sebagai dasarnya dan metode yang digunakan adalah metode normatif dan deduktif. Tahapan berikutnya ilmu menggunakan temuan-temuan sebagai dasarnya dan menyatakan dirinya sebagai sesuatu yang otonom/lepas dari filsafat, dengan menggunakan metode deduktif dan induktif.

Filsafat Ilmu
Yang dimaksud dengan filsafat ilmu adalah studi sistematik mengenai sifat hakikat ilmu, khususnya yang berkenaan dengan metodenya dan kedudukannya di dalam skema umum disiplin ilmu.

Untuk mendapatkan gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapatlah dicermati rangkuman ranah telaah yang tercakup dalam filsafat ilmu, seperti berikut :

Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap symbol-symbol yang digunakan, dan terhadap struktur penalaran tentang system symbol yang digunakan. Telaah kritis diarahkan untuk mengkaji ilmu empirik dan juga ilmu rasional, juga untuk membahas studi-studi bidang etika dan estetika, studi sejarah, antropologi, geologi dll.

Metode yang diangkat biasanya dinyatakan dengan istilah induktif, deduktif, hipotesis, data, penemuan dan verifikasi. Selanjutnya secara mendalam dinyatakan dengan istilah ekperimentasi, pengukuran, klasifikasi, dan idealisasi.

Filsafat ilmu adalah suatu upaya untuk mencari kejelasan mengenai dasar-dasar konsep dan upaya membuka tabir dasar-dasar empiris (ke-empirisan) dan dasar-dasar rasional (ke-rasionalan). Aspek filsafat sangat erat hubungannya dengan hal ihwal yang logis dan etimologis. Sehingga peran yang dilakukan adalah ganda. Pada sisi pertama filsafat ilmu mencakup analisis kritis terhadap “anggapan dasar”, seperti waktu, ruang, jumlah /kuantitas, mutu/kualitas dan hukum. Sisi lain filsafat ilmu menelaah keyakinan menganai penalaran proses-proses alami.

Filsafat ilmu merupakan studi gabungan yang terdiri dari beberapa kajian, yang diajukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu. Juga berperan untuk menganalisis hubungan atau antar hubungan yang ada pada kajian satu terhadap kajian yang lain.

Beberafa Terminologi Filsafat Ilmu :
Menurut Robert Ackermann :
Sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang membandingkan dengan pendapat terdahulu yang telah dibuktikan

Lewis White Beck:Mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan

Cornelius Benyamin
Cabang pengetahuan filsafati yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya, praanggapan-praanggapannya , serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang intelektual

May Brobeck :
Sebagai analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukiasan , dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.

Tujuan Filsafat Ilmu
Sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah

Usaha merefleksi , menguji, menkritik asumsi dan metode keilmuan

Memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Karena setiap metode ilmiah keilmuan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan rasional.

Manfaat Mempelajari Filsafat Ilmu Pengetahuan  
Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan perindustrian dalam batasan nilai ontologis. Melalui paradigma ontologism diharapkan dapat mendorong pertumbuhan wawasan spiritual keilmuan yang mampu mengatasi bahaya sekularisme ilmu pengetahuan.

Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan pertindustrian dalam batasan nilai epistemologis. Melalaui paradigma epistemologis diharapkan akan mendorong pertumbuhan wawasan intelektual keilmuan yang mampu membentuk sikap ilmiah

Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan perindustrian dalam batasan axiology. Melalui paradigma axiologis diharapkan dapat menumbuhkembangkan nilai-nilai etis, serta mendorong perilaku adil dan membentuk moral tanggung jawab. Ilmu pengetahuan dan teknologi dipertanggung jawabkan bukan unntuk kepentungan manusia, namun juga untuk kepentingan obyek alam sebagai sumber kehidupan

Menyadarkan seorang-orang ilmuwan agar tidak terjebak ke dalam pola pikir “menara gading”, yakni hanya berpikir murni dalam bidangnya tanpa mengkaitkan dengan kenyataan yang ada di luar dirinya. Kenyataan sesungguhnya bahwa setiap aktivitas keilmuan nyaris tidak dapat dilepaskan dari konteks kehidupan sosial kemasyarakatan

Catatan Perihal Ilmu Pengetahuan  
Ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menjelaskan rahasia alam agar gejala alamiah tersebut tidak lagi merupakan misteri. Penjelasan ini akan memungkinkan kita untuk meramalkan apa yang akan terjadi

Ilmu dankebenaran ibarat dua sisi dari sekeping mata uang [two sides of some coin]. Dengan kata lain, “ if one were to speak about truth or reality one has to investigate how to know what reality is”

Netralitas ilmu: Ilmu itu sendiri bersifat netral tidak mengenal baik atau buruk, dan si pemilik pengetahuan itulah yang mempunyai sikap.

Ilmu pengetahuan pada dasarnya lahir dan berkembang sebagai konsekuensi dari usaha-usaha manusia baik untuk memahami realitas kehidupan dan alam semesta maupun untuk menyelesaikan permasalahan hidup yang dihadapi, serta mengembangkan dan melestarikan hasil-hasil yang dicapai manusia sebelumnya.

Dikatakan oleh Einstein, “bahwa ilmu dimulai dengan fakta dan diakhiri dengan fakta apapun juga teori yang disusun diantara mereka”

Undangan Walimatus Safar


Walimatus Safar



"Apabila salah seorang dari kalian diundang ke walimah, hendaklah ia mendatanginya."
(HR Bukhari dan Muslim).

Walimatussafar


Sampai saat ini kami masih belum menemukan dalil yang secara langsung menyunnahkan kita mengadakan acara ritual khusus yang disebut sebagai walimatus-safar. Kami tidak menemukannya baik di dalam Al-Quran maupun di dalam hadits nabi SAW.

Dalam pandangan kami, kalau pun praktek mengundang tetangga atau kerabat menjelang kepergian dilakukan, mungkin lebih dimotivasi karena ingin melakukan perpisahan sambil melakukan penyampaian washiat. Sebab melakukan perpisahan dan berwashiat menjelang safar (perjalanan) memang bagian dari hal yang dianjurkan.

Kami juga mendapati adanya anjuran untuk melakukan shalat sunnah safar dua rakaat sebelum keberangkatan. Dan dianjurkan setelah membaca Al-Fatihah untuk membaca surat Al-Kafirun di rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas di rakaat kedua.

Selebihnya yang kita dapati dalilnya justru penyambutan ketika seseorang kembali dari haji. Di mana para ulama mengatakan dianjurkan untuk memberikan ucapan doa dan selamat kepada yang bersangkutan.

Aisyah berkata bahwa Zaid bin Haritsah tiba di Madinah sedangkan Rasulullah SAW sedang ada di rumahku. Maka beliau mendatanginya dan mengetuk pintu, lalu beliau menghampirinya, menarik bajunya, memeluknya dan menciumnya."

Juga boleh diucapkan selamat atau doa kepadanya seperti lafadz berikut:

Semoga Allah mengabulkan haji Anda, mengampuni dosa-dosa Anda serta mengganti nafkah Anda.

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bila kembali dari suatu peperangan atau haji atau mrah, beliau bertakbir 3 kali kemudian mengucapkan: Tidak ada tuhan yang Esa tidak sekutu baginya. Baginyalah Kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa. Orang-orang yang kembali, orang yang taubat, orang yang beribadah, orang yang bersujud, orang yang memuji. Benar dalam janji-Nya menolong hamba-Nya serta menghancurkan sekutu dengan sendirian. (HR. Bukhari)

Labbaik


Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaik, La Shareek Laka, Labbaik.
Mubadzirin Hamdah,
Wan Nematah,
Laka wal Mulk,
La Shareek Laka Labbaik.

Di sini aku siap melayani-Mu ya Tuhan,
di sinilah aku.
Di sini saya pada pelayanan-Mu
dan Engkau tidak ada mitra

Ya Habibie, 
Ya Rasulullah,
 langkah ini beratlah sudah, 
karena harus berpisah dengan Mu. 
Pintu rumah Mu yang telah ku ketuk, 
jangan pernah terkunci lagi. 
Karena ku ingin datang dan datang lagi, 
menjumpai Mu, 
Sang Kekasih

Saksikan, 
bahwa beribu jalan terbentang di dunia Mu. 
Pastikan, telah ku pilih jalan Mu. 
Yang ku tau itu mungkin tak mudah, 
bisa jadi membuat kaki ku terluka. 
Namun jihad adalah perintah Mu, 
agar dapat bersatu dengan Mu. 
Maka saksikan ku lafadz kan 
Labaik Allahuma labaik..

Telah ku ketuk pintu rumah Mu, 
maka buka lah. 
Tak ada yang ku bawa, 
maka maafkan lah. 
Ku berdiri mematung, takjub ku. 
Lidah ku mendadak keluh di Multadzam Mu. 
Air mata tumpah, kenang ku. 
Berjuta dosa, khilaf ku. 
Maka ampuni aku, wahai Rabb ku.

Kalau bukan karena rindu ku, 
Kalau bukan karena cinta ku. 
Manalah mungkin, ribuan mile aku mencari mu. 
Maka alangkah malang nya diri ini, 
Bila kau tak sambut salam ku pada Mu Ya Rabb.

Ku bersimpuh diantara rumah Mu dan mimbar Mu. 
Mencari jejak Mu duhai kekasih. 
Diantara wewangian Taman Surga Mu, 
ku berharap cinta ini tak kan pernah pupus. 
Walau hingga ku berjumpa dengan Mu, 
dalam buaian syafa’at Mu  

Jarak Mu hanya sedepa dari ku. 
Namun bagi ku itu masih terlalu jauh. 
Ku ingin Engkau ada dalam hati ku, 
agar selalu dapat bersama dalam setiap tarikan nafasku. 
Kekasih, begitu merindu diri ku pada Mu,  
air mata ini jatuh satu satu

SMP Terbuka


SMP Terbuka merupakan lembaga pendidikan formal yang tidak berdiri sendiri tetapi merupakan bagian dari SMP Induk yang dalam menyelenggarakan pendidikannya menggunakan metode belajar mandiri.

Dasar Hukum
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Nomor 053/U/1996 Tentang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Terbuka.

Pengelolaan
Penyelenggara dari SMP Terbuka adalah Pemerintah.

Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran SMP Terbuka dilaksanakan sebagai berikut:
Siswa belajar mandiri atau berkelompok sekurang-kurangnya 16 jam pelajaran dalam satu minggu yang dibimbing oleh guru pamong di Tempat Kegiatan Belajar (TKB)
Siswa belajar secara tatap muka di kelas pada Sekolah induk sekurang-kurangnya 12 jam pelajaran dalam satu minggu yang dibimbing oleh Guru bina

Siswa
Siswa SMP Terbuka adalah Warga Negara Indonesia dengan syarat-syarat sebagai berikut:
Usia Maksimal 18 tahun
Berijazah dan mempunyai Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Dasar
Siswa SMP Terbuka dapat pindah ke SMP Lainnya dan sebaliknya

Tenaga Kependidikan

Kepala Sekolah
Kepala Sekolah dari SMP Terbuka adalah kepala Sekolah Induk.

Guru Bina
Guru bina adalah guru pada sekolah induk yang diberi tugas untuk mengajar di SMP Terbuka sesuai mata pelajaran yang ditentukan.

Guru Pamong
Guru pamong adalah pembimbing belajar mandiri siswa yaitu Anggota masyarakat yang peduli akan pendidikan. Dengan ketentuan pendidikan minimal SMA, dan berada pada lingkungan sekitar Tempat Kegiatan Belajar.

Tempat Belajar

Tempat Kegiatan Belajar
Tempat Kegiatan Belajar (TKB) adalah sebuah tempat yang memadai untuk sebuah kegiatan belajar secara kelompok. TKB dapat diadakan di Sekolah, Mushola, Tempat Pengajian,Balai Desa, atau tempat lainnya. TKB diusahakan terjangkau oleh siswa dengan berjalan kaki.

Sekolah Induk
Sekolah Induk adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri yang telah memenuhi sarat sebagai sekolah induk. satu sekolah induk dapat memiliki beberapa TKB dan setiap TKB dibimmbing oleh satu atau lebih guru pamong.

Waktu Belajar
waktu belajar di TKB disepakati oleh siswa dan guru pamong, waktu belajar dapat diadakan pada pagi, siang atau malam hari.
waktu kegiatan belajar di Sekolah Induk diadakan sesuai ketersediaan waktu dan ruangan yang ada di Sekolah Induk.

Biaya
Siswa SMP Terbuka sepenuhnya dibebaskan dari pungutan apapun, Hal tersebut dikarenakan biaya operasional SMP Terbuka sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah.

Modul
Modul adalah buku teks atau buku pegangan siswa, dalam kegiatan belajar mandiri.

Sasaran
Siswa SMP Terbuka diperuntukkan bagi Anggota masyarakat usia sekolah tertutama bagi mereka yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan reguler(sekolah umum), baik karena kemampuan ekonomi, jarak tempuh, waktu dan lain-lain

SMP Terbuka Menjangkau Anak yang Tak Terjangkau Pendidikan Biasa


Belajar merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas kehidupan seseorang. Oleh karena itu kesempatan  belajar seharusnya dapat dimiliki oleh siapapun, di manapun dan kapanpun. Konsep pendidikan sepanjang hayat (life-long education) dan pendidikan untuk semua (education for all) yang dicetuskan oleh UNESCO merupakan suatu gagasan yang harus dapat diwujudkan di Indonesia.  Namun upaya ke arah itu ternyata masih banyak menemui kendala.  Hingga saat ini problem pemerataan kesempatan belajar masih menjadi masalah besar dalam dunia pendidikan  di Indonesia.    

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, misalnya melalui pembangunan gedung sekolah baru,  peningkatan daya tampung pada sekolah-sekolah yang telah ada,  penambahan fasilitas belajar, pengadaan dan pengangkatan tenaga guru, pemberian beasiswa, dan lain-lain.   Namun  upaya itu ternyata belum dapat mengatasi masalah pemerataan pendidikan secara tuntas. Masih banyak warga masyarakat yang belum dapat terjangkau oleh layanan pendidikan, terutama sebagian masyarakat yang memiliki berbagai macam kendala tertentu.  Pembangunan gedung sekolah  baru yang dilakukan setiap tahun misalnya, belum dapat menjangkau kelompok masyarakat ekonomi lemah yang tinggal di daerah-daerah terpencil.  Bagi masyarakat yang memiliki kendala  ekonomi, waktu dan geografis masih  sulit untuk memperoleh layanan pendidikan  melalui jalur pendidikan  reguler/ konvensional.  Padahal sebagai sesama anak bangsa, mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain yang lebih beruntung memperoleh pendidikan, sebagaimana dijamin oleh pasal 31 Undang-undang Dasar 1945. Dalam wilayah negara Indonesia yang luas dengan karakteristik geografis dan demografis yang begitu beragam, sangat sulit memberikan layanan pendidikan yang dapat menjangkau seluruh masyarakat terutama   anak-anak yang memiliki berbagai kendala ekonomi, geografis dan waktu.    Bahkan sekalipun di lokasi-lokasi seperti itu dibangun sekolah reguler, belum tentu kelompok anak  yang memiliki kendala tersebut sempat mengikuti pendidikan karena kesibukannya bekerja membantu orang tua mencari nafkah.  Bagi kelompok anak seperti ini, pergi ke sekolah setiap hari dengan segala konsekwensinya ,  merupakan kegiatan yang dianggap terlalu mahal. Anak-anak tersebut berada di luar jangkauan pendidikan konvensional.  Oleh karena itu, perlu  adanya alternatif program pendidikan non-konvensional untuk dapat menjangkau mereka. Sistem pendidikan terbuka dan sistem pendidikan jarak jauh  dapat dijadikan alternatif untuk memberikan layanan pendidikan bagi kelompok anak yang memiliki kendala semacam itu. Untuk pendidikan tingkat SLTP, salah satu bentuk pendidikan terbuka  yang telah dilaksanakan saat ini adalah Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMP Terbuka).  
Saat ini SMP Terbuka telah menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan  jarak jauh (termasuk juga SMP Terbuka), menurut Suparman dan Zuhairi,  telah ditempatkan sebagai sistem pendidikan yang bersifat komplementer terhadap sistem pendidikan biasa. Ini berarti   tanpa kehadirannya,  dunia pendidikan menjadi tidak lengkap, karena akan terdapat sejumlah orang yang dengan cara apapun tidak dapat mengikuti pendidikan.[1]    Bahkan, lebih tegas Miarso memandang bahwa SMP Terbuka bukan sekedar merupakan pendidikan komplementer atau suplementer, melainkan sebagai pendidikan kompensatorik yang  bisa menjadi pengganti yang statusnya paralel  terhadap lembaga pendidikan yang telah ada.[2]  Jadi, adalah sangat beralasan jika akhirnya pemerintah Indonesia menetapkan SMP Terbuka sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi masalah perluasan kesempatan belajar.       Pada aspek yang lain, dipilihnya SMP Terbuka untuk mengatasi masalah pemerataan pendidikan karena adanya beberapa pertimbangan.  Sebagaimana dikemukakan oleh Sadiman, Seligman dan Raharjo, SMP Terbuka ini dipilih   karena sistem ini  segera dapat dilaksanakan tanpa resiko merosotnya mutu pendidikan. SMP Terbuka memerlukan biaya yang relatif lebih murah dibanding sistem konvensional karena pelaksanaannya dapat memanfaatkan sumber-sumber yang telah ada.[3]SMP Terbuka telah dirintis  sejak tahun 1979 pada lima lokasi sekolah rintisan.  Dalam perkembangnnya, ketika dicanangkan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun pada tahun 1994, SMP Terbuka dijadikan salah satu program andalan untuk mensukseskan program ini. SMP Terbuka diharapkan dapat menjangkau anak-anak usia SMP  yang tidak dapat mengikuti pendidikan di SMP biasa.     

Penyelenggaraan SMP Terbuka merupakan   salah satu bentuk aplikasi konsep teknologi pendidikan untuk mengatasi masalah perluasan kesempatan belajar. Melalui SMP Terbuka diupayakan agar siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pebelajar.     Sistem SMP Terbuka berupaya untuk menjangkau anak-anak yang berkendala agar bisa belajar, dengan cara membentuk beberapa Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yang berlokasi di sekitar tempat tinggal siswa.  Jadi,  bukan siswa yang dituntut harus datang ke sekolah setiap hari,  melainkan  “membawa”  sekolah atau sumber belajar ke lingkungan siswa.   Sebagaimana sistem pendidikan terbuka pada umumnya, kegiatan belajar di SMP Terbuka  menerapkan prinsip-prinsip  belajar mandiri.  Sistem pembelajaran   SMP Terbuka didesain sedemikian rupa sehingga  siswa dapat belajar  secara mandiri dengan bantuan terbatas dari orang lain.  Sebagian besar kegiatan belajar di SMP Terbuka dilakukan siswa secara mandiri.   Dalam kegiatan belajar, siswa  tidak selalu tergantung kepada guru, karena memang tidak setiap hari  mereka dapat bertatap muka dengan guru seperti halnya pada sekolah konvensional.

Siswa SMP Terbuka dapat belajar pada waktu dan tempat yang diatur sesuai kondisi  siswa. Dengan cara demikian, maka anak-anak yang bermasalah tersebut akan terbuka kesempatannya untuk bersekolah.   Sistem pembelajaran mandiri sebagaimana diterapkan di SMP Terbuka  masih dirasakan sebagai sesuatu yang baru bagi sebagian besar anak seusia SMP.  Selama di Sekolah Dasar, siswa telah terbiasa belajar dengan cara konvensional (tatap muka) yang sangat tergantung pada  guru kelas. Kemudian,  ketika  belajar di SMP Terbuka,   mereka dituntut untuk dapat belajar secara mandiri.  Dalam hal demikian, maka kemandirian belajar siswa menjadi  faktor yang amat menentukan  bagi keberhasilan belajar di SMP Terbuka. 

Oleh karena itu kemandirian belajar siswa perlu mendapat perhatian serius agar setiap  siswa SMP Terbuka  berhasil dalam mengikuti kegiatan belajar di SMP Terbuka.  Untuk mengembangkan kemandirian belajar pada siswa SMP Terbuka,   perlu  dikaji karakteristik atau kondisi riil yang ada pada diri siswa.  Siswa SMP Terbuka mempunyai karakteristik  umum yang relatif berbeda dengan siswa sekolah biasa.   Sebagian besar siswa SMP Terbuka berasal dari keluarga sosial ekonomi rendah, dari daerah pedesaan dan dari wilayah yang lebih terpencar. Kondisi mereka kurang menguntungkan dibanding dengan latar belakang siswa sekolah reguler.[4]    Hal ini tentu dapat dimaklumi, karena sesuai misinya, SMP Terbuka memang untuk melayani  anak-anak  tamatan Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah  yang kurang beruntung karena keadaan sosial ekonomi, keterbatasan fasilitas transportasi, kondisi geografis, atau kendala waktu, sehingga tidak memungkinkan mereka mengikuti pelajaran sebagai siswa SMP reguler.[5]  Kondisi siswa SMP Terbuka semacam itu tentu saja akan berdampak pada  kondisi psikologis anak, termasuk dalam hal pembentukan   konsep dirinya.  Kondisi konsep diri siswa SMP Terbuka dengan latar belakang sosial seperti itu sangat menarik untuk dikaji secara mendalam.  Mungkin saja kondisi siswa yang kurang menguntungkan itu berdampak negatif terhadap   konsep diri mereka, atau barangkali justru sebaliknya. Kemudian, perlu pula dikaji lebih jauh, apakah mungkin kondisi konsep diri tersebut berhubungan dengan tingkat kemandirian belajar mereka. Sementara itu, kehadiran lembaga pendidikan terbuka dalam sistem pendidikan kita masih belum dikenal secara luas, terutama bagi kalangan masyarakat awam.  Pandangan  masyarakat terhadap keberadaan SMP Terbuka tentu saja beragam, ada yang positip ada pula yang sebaliknya.  Bahkan masih  banyak pula warga  masyarakat   mempunyai pandangan keliru terhadap sistem pendidikan terbuka semacam ini. Hasil penelitian Supriadi menggambarkan  adanya   kesan yang cukup kuat di masyarakat bahwa status dan prestise siswa SMP Terbuka  dinilai lebih rendah daripada siswa SMP reguler.[6] Hal ini mungkin saja terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem pendidikan terbuka.

Beragamnya sikap terhadap SMP Terbuka bahkan mungkin juga  terjadi pada siswa-siswa  SMP Terbuka itu sendiri. Sejauh ini, masih sulit menemukan informasi aktual yang dapat menjelaskan  bagaimana sebenarnya sikap siswa SMP Terbuka terhadap sistem pendidikan terbuka yang mereka ikuti.  Apakah mereka belajar di SMP Terbuka hanya karena terpaksa, daripada tidak sekolah, atau memang mereka memiliki pandangan dan   penilaian tertentu terhadap SMP Terbuka.  Seiring dengan perkembangan SMP Terbuka yang saat ini telah tersebar di seluruh Indonesia, makin banyak pula fenomena  yang bisa diamati terhadap penyelenggaraan SMP Terbuka.  

Oleh karena itu,   mengkaji sikap para siswa terhadap SMP Terbuka  adalah menjadi penting dan menarik.Berhubung SMP Terbuka menerapkan sistem pembelajaran mandiri, maka upaya meningkatkan kemandirian belajar  siswa merupakan sesuatu yang amat penting. Sebab tanpa adanya kemandirian belajar  yang memadai, proses  pembelajaran di SMP Terbuka tidak akan dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan.  Bahkan,  menurut Lewis dan Spencer, salah satu ciri yang paling pokok dalam sistem pendidikan terbuka adalah adanya komitmen untuk membantu siswa agar memiliki kemandirian belajar.[7]   

[1] Atwi Suparman  dan Aminudin Zuhairi, Pendidikan Jarak Jauh  Teori dan Praktek  (Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2004), p. 341.
[2] Yusufhadi Miarso,  Menyemai Benih Teknologi Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2004), p. 242.
[3] Arief S. Sadiman, David Seligman dan Raphael Rahardjo.  SMP Terbuka, Studi Kasus Indonesia ( Paris, UNECO) , p. 23.
[4]  Dedi Supriadi,   SLTP Terbuka Model Pendidikan Populis.  (Bandung: Lubuk Agung, 2001), p. 93.
[5] Departemen Pendidikan Nasional.  SLTP Terbuka Selayang Pandang  ( Jakarta : Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah,  2002),  p. 8
[6] Supriadi, op. cit. ,  pp. 73-74
[7] Derek Rowntree, Exploring Open and Distance Learning  ( London : Kogan Page, 1992) ,  p.61