22 Desember 2011

Jadi Timses Guru Kembali Dikendalikan Pusat


JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) segera mengambil alih wewenang pengelolaan guru yang selama ini berada di bawah Pemerintah Kabupaten dan Kota. Langkah ini untuk menghindarkan tenaga pendidik terlibat politik praktis seperti menjadi tim sukses (timses) calon pada Pemilukada.

"Namanya saja PNS daerah, ya itu tergantung kepala daerah. Bisa di taruh di kecamatan, di perbatasan juga boleh. Tapi pertimbangan domestiknya itu sangat kental. Tapi nanti pada saat kita tarik ke pusat, itu kan pertimbangannya pertimbangan nasional. Bukan lagi Daerah," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), M Nuh di Jakarta, Rabu (22/6).

Pengelolaan guru di tingkat pusat juga akan memudahkan Kemendiknas untuk mengatur. Sebab kata Nuh, dengan kewenangan yang dimiliki Kemdiknas bisa mendistribusi guru secara merata sampai ke daerah terpencil maupun perbatasan.

Sekarang ini, terang Nuh, Pemerintah Pusat tidak bisa mengatur guru karena berstatus PNS daerah, sehingga mereka hanya tergantung di lokal saja. "Jika guru ditarik ke pusat, berarti nasib mereka ada di pusat. Sehingga dinamika atau politik lokal itu tidak banyak berpengaruh. Mau mobilisasi, taruhlah ada yang mau jadi walikota, mereka ikut di dalam timnya dan dijanjikan jadi kepala sekolah. Itu tidak akan bisa, wong yang mengangkat mereka pusat. Itu akan lebih terproteksi dari dinamika poltik lokal," paparnya.

Untuk merealisasikan rencana ini, Kemdiknas akan menggelar rapat kerja nasional pendidikan terlebih dahulu. Dikatakan Nuh, rakernas tersebut diagendakan akan digelar pada bulan Juli 2011 sesuai dengan amanah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Rakernas pendidikan tersebut akan melibatkan Bupati, Walikota, dan pemerintahan terkait. Bahkan, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan baru termasuk tentang desentralisasi. "Ini kan tidak mudah. Bisa jadi pemerintah daerah tidak mau. Mengapa kita ambil sebagian, karena kalau kita ambil semuanya, akan terbenturan dengan aturan," terangnya.

Nuh mengatakan, pengambil alihan pengelolaan guru dari daerah ke pusat memang tidak gampang karena akan menelan biaya yang luar biasa banyak. Dari struktur organisasi pula, lanjut Nuh, Kemdiknas harus membuat kepala dinas di masing-masing kabupaten kota meskipun aset sudah diserahkan ke daerah.

"Oleh karena itu, jika semua itu ditarik ke pusat, maka struktur organisasinya akan semakin membengkak, itu pasti dan tidak bisa sebentar dan butuh waktu yang lama. Tapi kalau guru yang diambil, nomor induk kan sudah di pusat, data masing-masing guru secara nasional juga sudah di pusat. Nah, kalau itu ditarik maka tidak akan menghabiskan biaya banyak," pungkasnya.

Namun rencana itu akan dimulai secara bertahap. Lebih jauh Nuh menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut Kemdiknas juga telah menyiapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan beberapa kementerian terkait. "SKB ini kan bisa dibilang sebagai aturan transisi sebelum adanya ketetapan ditarik atau seterusnya. Ini yang penting kan diatur. Akan tetapi untuk di lapangannya, perlu kontrol dan penekanan lebih kuat lagi," kata Nuh. (jpnn)

20 QUESTIONS ON 2012


  1. Why is everyone talking about the year 2012? 
  2. Is 2012 going to be the "End of The World?” 
  3. What is the "2012" disaster movie based in? 
  4. What is supposed to happen in 2012 
  5. Is 2012 associated with any rare astronomical events or alignments? 
  6. Is 2012 just the next Y2K? 
  7. Where does December, 21 2012 date originally come from? 
  8. What are the living Maya saying about 2012? 
  9. Is there evidence of the 2012 date on ancient Mayan monuments? 
  10. How did the modern world first find out about the 2012 prophecy ? 
  11. It is possible the Ancient Maya forsaw this time of Biospheric Crisis ? 
  12. It is possible the Ancient Maya's prophecy highlights our modern crisis in consciousness and the process of our collective awakening ? 
  13. What is the connection between calendars and consciousness ? 
  14. How does the Ancient Mayan Calendar Cycle reflect the larger picture of this planetary transformation process we are in right now ? 
  15. How can we return to living in natural time ? 
  16. Does 2012 mark a new era of telepathic unification for humanity ? 
  17. What are some universal themes of this Living Prophecy ? 
  18. How can we contemplate 2012 as a collective dreaming process ? 
  19. How can we prepare for 2012 ? 
  20. 2012 - What's the bottom line ?

19 Desember 2011

Catatan akhir tahun 2011 : 19 Desember, 63 Tahun yang Lalu


Setelah PKI (Partai Komunis Indonesia) menikam dari belakang Republik Indonesia yang masih sangat muda usia pada 18 September 1948, tiga bulan kemudian pada 19 Desember pasukan kolonial Belanda menghujani Ibu Kota Negara Yogyakarta dengan bom secara beruntun, dimulai dari lapangan terbang Maguo (sekarang Adisutjipto). Suasana sangat kritikal dan berbahaya, tetapi para pemimpin tidak panik.

Presiden Soekarno sekeluarga, beberapa menteri Kabinet Hatta, dan Sutan Sjahrir kemudian terkepung di Istana Negara. Hatta sendiri sebagai perdana menteri merangkap menteri pertahanan sedang beristirahat di Kaliurang.

Tanpa Hatta, sidang kabinet untuk menentukan sikap menghadapi situasi yang lagi gawat tidak bisa dilangsungkan. Bung Karno meminta agar Hatta segera dijemput. Maka, dengan sigap Menteri Negara HB IX (Sri Sultan Hamengkubuwono IX) disertai ajudan segera berangkat ke Kaliurang menjemput Hatta, sekalipun hanya sampai di bagian utara Kota Yogya (kini lokasi kampus UGM), sebab Hatta ternyata telah turun dari kaki Gunung Merapi.

Kemudian, para pemimpin ini langsung ke Istana Negara, tidak jauh dari Keraton Sultan. Sesampainya di istana, Hatta menulis surat kepada Jawaharlal Nehru, sahabat lamanya sewaktu masih di Eropa. Surat ini diantarkan oleh ajudan Arifin ke rumah Yunus, wakil India di Yogya. Kepada Nehru, Hatta menceritakan bahwa Belanda sudah mulai clash militer kedua. (Lih. Mohammad Hatta, Memoir. Jakarta: Yayasan Hatta, 2002, Hlm 541).

Tentang betapa gawatnya situasi ketika itu, kesaksian Ali Sastroamidjojo berikut ini perlu dicatat dan dikenang: 'Kami berkumpul di kepresidenan menunggu dengan kecemasan di dalam hati, apalagi ketika Sri Sultan belum saja kembali dengan Bung Hatta. Dalam pada itu, pesawat-pesawat terbang Belanda sudah mulai beterbangan di atasnya.

Akhirnya, Sri Sultan tiba kembali dengan Bung Hatta. Mereka menerangkan agak terlambat datangnya karena mobil harus dijalankan dengan hati-hati dan perlahan-lahan. Sebab, pesawat-pesawat terbang Belanda sudah berkeliaran di atas jalan Kaliurang ke Yogya.' (Lih. Ali Sastroamidjojo, Tonggak-Tonggak di Perjalananku. Jakarta: PT Kinta, 1974, Hlm 241-242).

Nyawa para pemimpin kita saat itu seolah-olah sudah berada di ujung tanduk dan nasib Indonesia merdeka sungguh dalam taruhan. Belanda yang tidak rela melepaskan Indonesia telah dan akan menempuh berbagai cara dan tipuan, untuk melumpuhkan Republik dalam usia yang baru setahun jagung ini.

Di tengah-tengah kecemasan yang sangat menghimpit, Anda lihat para pemimpin ketika itu sangat kompak. Presiden Soekarno tidak mau mengambil alih posisi Perdana Menteri Hatta dalam keadaan darurat sekalipun. Hatta harus dijemput untuk memimpin sidang kabinet. Dengan nyali seorang pemimpin sejati plus keberanian yang luar biasa, HB IX malah menawarkan diri untuk berjibaku ke Kaliurang dengan segala risiko yang mungkin saja berlaku.

Raja Yogya ini tidak banyak berteori, tetapi memberi contoh dan teladan melalui tindakan yang heroik. Amat disayangkan HB IX tidak pernah diberi peluang untuk menjadi orang pertama di Indonesia, sebagaimana juga Hatta tidak mendapatkan peluang serupa.

Sekiranya diberi kesempatan, siapa tahu Indonesia sekarang tidak lagi dirudung malang ibarat kampung tak bertuan karena pernah dipimpin oleh manusia berkarakter kuat, sigap ambil keputusan di saat-saat genting, dan jujur. Menonton keadaan yang tidak menentu seperti sekarang ini, tak usahlah anda menangis, karena jalan sejarah tidak pernah linear, banyak kelokan, dan korban.

Soekarno, Hatta, HB IX, dan sederetan pemimpin puncak yang lain telah berjuang keras untuk kemerdekaan Tanah Air yang kita warisi sampai hari ini. Tetapi, roh mereka akan meratap dengan suara parau jika warisan mereka berupa kemerdekaan bangsa kita sia-siakan, tidak dijaga dengan baik, demi syahwat kekuasaan dan pragmatisme politik yang tersesat jalan.

Kembali kepada drama 19 Desember 1948. Pagi itu di Istana Negara diadakan Sidang Kabinet untuk membuat keputusan-keputusan penting dalam suasana genting. Di antaranya, karena pasukan pengawal tidak cukup tersedia, Presiden dan Wakil Presiden tetap tinggal dalam kota, sementara Jenderal Sudirman dengan paru-paru satu memilih perang gerilya.

Dan, kepada Menteri Kemakmuran Sjafruddin Prawiranegara yang sedang berada di Bukittinggi, diperintahkan untuk membentuk Pemerintah Darurat yang dikenal dengan PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) dengan mengambil alih pemerintah pusat, yang ternyata berlangsung selama tujuh bulan berikutnya. Dan, pada hari itu juga Yogya jatuh, Presiden Soekarno, Wakil Presiden Hatta, dan beberapa menteri menjadi tawanan Belanda untuk kemudian dibuang ke luar Jawa. Baru awal Juli 1949, mereka kembali ke Yogya dan Sjafruddin menyerahkan mandatnya kembali.

17 Desember 2011

Agar Putih tak Jadi Abu-abu


Islam itu bersih, maka bersihkanlah dirimu. Sesungguhnya, tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih.” (HR Dailami)

Maha Agung Allah swt. yang telah menunjukkan hambaNya tentang warna-warni hidup. HidayahNya menguatkan sinar fitrah manusia yang putih untuk tetap putih. Dan yang sebelumnya hitam menjadi kembali putih dan bersih. Putih menunjukkan kebersihan. Dan hitam memperlihatkan kekotoran. Keduanya tidak akan menyatu. Seperti itulah sunnatullah buat semesta alam.

Hamba Allah yang istiqamah akan senantiasa menjaga diri supaya tetap bersih. Karena bersih menarik berbagai kemudahan dan keberkahan hidup. Di antaranya:

Kesuksesan berbanding lurus dengan kebersihan

Tiap orang pasti ingin hidup sukses. Mereka berusaha mencari jalan agar sukses cepat diraih. Mulai dari persiapan dalam diri hingga upaya sungguh-sungguh mencari dukungan luar. Bisa berupa ilmu, modal usaha, relasi kerja, dan lobi-lobi dalam dunia politik.

Sayangnya, tidak semua orang menyadari bahwa kesuksesan diri bersifat menyeluruh. Artinya, tidak melulu pada sukses bisnis, studi, jodoh, dan karir. Tapi, mesti mencakup segala sisi diri seorang manusia.

Itu bisa berarti apa saja yang ada dalam diri seperti hati yang melahirkan motivasi, akal yang merangsang tumbuhnya gagasan, dan pemenuhan kebutuhan jasad yang menghasilkan keseimbangan tubuh. Juga, segala hal yang melingkupi luar diri seperti hubungan harmonis dengan lingkungan, kemampuan meningkatkan sumber daya dan lain-lain.

Namun, semua unsur sukses itu akan menemui jalan buntu jika inti dalam diri masih labil, kotor, dan tidak terawat. Itulah yang disebut hati dan jiwa. Hati dan jiwalah yang akhirnya menjadi penentu seperti apa motivasi, gagasan, kesungguhan gerak akan bergulir. Jika hati dan jiwanya keruh, maka aliran motivasi, gagasan, gerak oleh tubuh akan tersendat. Kalau pun dipaksakan untuk berjalan akan tampil kacau dan tak seimbang.

Seperti itulah yang kini dialami mereka yang jiwanya kering dari sentuhan iman. Gemerlap materi sama sekali tidak mampu membendung gelisah. Selalu tidak pernah puas. Bahkan, mereka tidak lagi tahu mau kemana diri berjalan. Kesuksesan menjadi fatamorgana yang terlihat begitu melimpah, pada hakekatnya kosong tanpa makna.

Maha benar Allah dalam firman-Nya, “Sungguh beruntung mereka yang mensucikan jiwanya. Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10)

Seorang hamba Allah yang takwa teramat sadar kalau sukses bukan cuma pada takaran dunia. Tapi juga untuk kehidupan akhirat. Dua target ini seolah terpisah. Tapi sebenarnya satu dan mengikat.

Sukses hidup buat seorang mukmin tidak identik dengan melimpahnya kekayaan, kesuksesan karir, mudahnya jodoh, dan kehormatan sebuah jabatan. Sukses hidup sebenarnya adalah ketika seorang hamba menemui ajalnya dalam rengkuhan ridha Allah swt.

Kasih sayang Allah bersama mereka yang bersih

Tidak ada tujuan hidup yang lebih tinggi kecuali menggapai ridha Allah. Apalah arti ridha seorang manusia buat seorang mukmin tanpa ridha dan kasih sayang Allah swt. Karena semua kasih sayang manusia sangat berbatas. Kalau tidak pada mutu, pasti pada ukuran waktu.

Sayangnya, kekerdilan nalar manusia kadang menggiringnya pada kesimpulan yang dangkal. Kasih sayang disamakan dengan kemudahan dan kenyamanan hidup. Padahal hidup tak lebih dari sekadar ruang ujian. Semakin sulit soal yang diterima, kian tinggi mutu seorang murid. Dan kebahagiaan sejati terlahir ketika seorang murid mendapat nilai akhir yang sangat memuaskan.

Sesuatu yang suci akan selalu bersama dengan yang bersih. Allah swt. Maha Suci, dan senantiasa mencurahkan kasih sayangNya pada hamba-hambaNya yang bersih. Kebersamaan akan melahirkan ikatan. Dan ikatan akan membuahkan cinta dan kasih sayang.

Maha Benar Allah dengan firmanNya, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang tobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan dirinya.” (Q.S. Al-Baqarah: 222)

Simpati dan dukungan selalu tertuju pada yang bersih

Setiap manusia punya fitrah. Dan fitrah akan selalu condong pada yang bersih. Siapa pun dia, kecenderungan pada yang bersih akan selalu ada. Sejalan dengan kecenderungan itu, fitrah pun mengajak manusia membenci yang kotor.

Begitulah saat manusia mencintai kebersihan dan keindahan. Ketika manusia suka dengan yang teratur, disiplin dan kejujuran. Ketika manusia benci kekotoran, kebusukan, dan kesombongan.

Sayangnya, debu-debu kehidupan kerap menciderai fitrah. Bisa berupa tarikan nafsu berkuasa, takut hidup susah, dan kecenderungan mencintai kenikmatan hidup. Jika ini tak segera dibenahi, cahaya fitrah akan redup.

Namun begitu, cahaya fitrah ini akan kembali bersinar ketika ada tarikan dari kekuatan fitrah yang lebih besar. Lambat-laun, sinar fitrah yang semula redup akan tergiring dan akhirnya bersinar terang.

Seperti itulah ketika Rasulullah saw. menyatakan diri sebagai utusan Allah. Diam-diam masyarakat melirik dan kemudian benar-benar tertarik. Termasuk para tokoh Quraisy yang menyatakan diri memusuhi Rasulullah, padahal fitrahnya mulai hidup bersama ajaran Rasulullah. Kalau pun ada yang menyangkal, tak lebih dari kepura-puraan dan gengsi. Dan untuk mengubah itu, Allah hanya memberi waktu sekitar dua puluh tiga tahun. Sebuah perubahan yang teramat cepat.

Kebersihan dan kekotoran tidak akan pernah sama. Juga, tak akan bisa menyatu. Yang berat adalah ketika yang bersih berinteraksi dengan yang kotor. Maka keduanya akan saling mempengaruhi. Dan semuanya berujung pada siapa yang paling kuat.

Semoga kita tidak pernah beranggapan bahwa bersih serupa dengan stempel yang tidak pernah berubah. Ia perlu pengawasan dan perawatan. Agar yang bersih dan putih terus tetap bersih. Kalau tidak, boleh jadi putih akan bergeser warna. Bisa kehitam-hitaman, atau paling tidak abu-abu.

Sahabat Anda = Masa Depan Anda


Sahabat sekalian dalam hidup ini pastilah kita membutuhkan teman, dan mempunyai banyak teman ialah yang sangat menyenangkan. Bahkan ada sebuah survey yang dilakukan terhadap remaja usia sekolah di Indonesia, dan menunjukkan bahwa 80% remaja bersemangat ke sekolah bukan karena pelajaran, guru atau suasana sekolah, tapi karena mereka mempunyai banyak teman dan sahabat. Maka sangat penting bagi kita untuk mempunyai banyak teman. Caranya dengan kita ramah pada setiap orang, membantu teman bila dibutuhkan dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi.

Dalam Islam Rasulullah pernah mengingatkan panduan dalam memilih teman, yaitu “agama Anda tergantung kawan Anda, maka perhatikanlah siapa kawan Anda” dan ini benar adanya, jika kita melihat betapa banyak lulusan pesantren yang ia begitu shalih saat di asrama tapi saat sudah keluar asrama mereka tidak ada bedanya dengan orang yang tidak ikut pesantren, mereka sudah terbawa arus pertemanan yang negatif. Dan Rasulullah juga mengingatkan bahwa bila kita bergaul dengan penjual minyak wangi maka kita akan terkena wangi nya, bila kita bergaul dengan tukang besi, maka kita kan terkena bau hangus besinya. Yang repot bila kita bergaul dengan tukang sedot WC maka kita akan kebauan??? Hehehe hanya bercanda sahabat sekalian. Maka siapa berteman dengan orang yang rajin maka ia akan ketularan rajinnya, siapa berteman dengan orang malas maka ia akan menjadi malas juga.

Hal ini dirasakan sendiri oleh penulis, saat penulis berada di kelas lima pada saat bersekolah di SDN XIII Banjar. Dimana saat kelas satu teman-teman yang penulis punya tidak ada yang mempunyai semangat belajar yang tinggi, alhasil rapot cawu satu penulis ada dua angka merahnya dan “hebatnya” angka merahnya bukan lima sahabat, tapi empat, dua angka empat “menghiasi” rapot penulis saat itu dan ini berlangsung sampai kelas enam SD. Dan sebuah keajaiban terjadi saat pembagian rapot di kelas 5 untuk naik kelas 6.dimana tanpa di sangka dengan nilai yang seadanya penulis mendapatkan ranking ke dua di kelas 6. Dan pada waktu itu ada kebijakan sekolah bahwa, siapa yang berada pada peringkat lima besar berhak masuk sekolah unggulan.

Maka saat itu penulis tersadar dan menyadari bahwa nanti di sekolah unggulan penulis akan bersama orang-orang pintar dari kelas lainnya, yang mereka terbiasa maju ke depan lapangan upacara untuk menerima penghargaan sebagai murid-murid terpintar di sekolah. Maka dengan seketika muncul sebuah niat untuk mendobrak keterbatasan diri, dan sejak saat itu penulis berjanji untuk berusaha mengimbangi mereka saat kelas 6. Dan Alhamdulillah saat kelas 6 ada sebuah kemajuan dimana penulis terpilih sebagai peserta lomba cerdas cermat  dan mendapatkan juara ke tiga. Dan puncaknya tanpa di duga-duga oleh berbagai pihak yang meremehkan penulis saat itu, dimana saat pengumuman hasil EBTANAS (evaluasi belajar tahap akhir nasional) penulis mendapatkan nilai terbesar ke dua di sekolah, dan akhirnya bisa masuk ke SMP unggulan di daerah Banjar yang sekarang sudah menjadi sekolah SBN (sekolah bertaraf nasional).

Itulah hikmahnya betapa pentingnya pengaruh teman dalam hidup kita, saat penulis berada dalam lingkungan pertemanan yang tidak mempunyai semangat belajar yang tinggi, maka penulis juga mengikuti iklim mereka. Tapi di saat penulis berada di sekolah unggulan di mana para siswanya ialah mereka yang rajin dan semangat belajarnya tinggi maka hal itu menular ke penulis. Oleh karena itu penting mempunyai teman banyak, tapi jauh lebih penting mempunyai teman yang baik.

BlackBerry, Tuhan “Baru” Masyarakat Indonesia


Beberapa pekan lalu tepatnya pada tanggal 25 November 2011 kita disuguhkan sebuah tragedi memilukan dan “memalukan”. Bagaimana tidak Mall Pacific Palace menjadi saksi banjir manusia calon pembeli BlackBerry yang sudah rela mengantri dari kamis malam, padahal penjualan baru dibuka pada Jum’at pada pukul 09.30. Bak antrian pembagian sembako dan zakat, antrian di sana pun berujung tragedi. Demi sebuah gadget baru yang dijanjikan diskon setengah harga membuat banyak masyarakat menjadi “tumbal”. Puluhan calon pembeli mengalami dehidrasi, kram, dan sesak nafas, hingga akhirnya mereka harus dibawa ke ruang medis setempat. Ada juga hal lain yang terungkap di situs kaskus.us, seseorang dengan akun Sayonara meluncurkan iklan yang berjudul, NEED JASA ANTRI BB AT PACIFIC PALACE. Ternyata calo antrian bermunculan untuk sebuah Black berry yang memang digandrungi masyarakat Indonesia.

Pertumbuhan penjualan BlackBerry di Indonesia memang sangat pesat, dari mulai diluncurkan di Indonesia pada tahun 2004, dengan pengguna awal 400.000 orang menjadi 2 juta orang pada akhir 2010. Masyarakat Indonesia yang gemar berjejaring sosial baik itu Facebook, twitter, ataupun lainnya mempercepat tumbuh suburnya penjualan BlackBerry. Namun ketika kita coba bertanya kepada para pengguna BlackBerry, apa yang membuat mereka menggandrungi BlackBerry, rata-rata tak lain karena fitur andalannya, yaitu BlackBerry Messenger yang katanya mempermudah dan memperlancar komunikasi dengan rekan mereka. Banyak juga yang berkata bahwa mereka dengan “terpaksa” membeli BlackBerry karena rekan sekantor mereka semuanya pengguna BlackBerry, bahkan ada seorang mahasiswa yang mengatakan, jika tidak menggunakan BB ia akan ketinggalan informasi kampusnya. Rupa-rupanya kebutuhan informasi dan komunikasi berubah menjadi kebutuhan akan gengsi pula. Hal-hal ini merupakan penyebab utama BlackBerry di jadikan genggaman utama beberapa segmen masyarakat Indonesia, seperti pegawai kantor, pejabat, politisi, pengusaha, pelajar, dan mahasiswa.

Namun ada sisi lain dari para pengguna BlackBerry ini, alasan kebutuhan yang didengung-dengungkan selama ini menjadikan mereka tergantung pada benda ini. Sampai ada sebuah kisah sindiran, alkisah ada seorang istri yang meminta kepada Aladin bahwa ia ingin di saat ia bangun tidur suaminya bisa selalu ada di dekatnya, ketika pergi ke manapun suaminya selalu di sampingnya, dan Aladin mengabulkan permintaan wanita tersebut dengan mengubah wanita tersebut menjadi sebuah BlackBerry. Ya, itulah cermin sisi lain pengguna BlackBerry, sebelum tidur, bangun tidur, bahkan ke kamar mandi pun rasanya hampa jika tidak mengutak-atik BB yang ia punya. Imbas dari hal itu, kehidupan sosial pun terabaikan, di angkot, bus, kereta api, orang-orang semakin cuek dengan kejadian di sekitar mereka, mereka lebih memilih memelototi BlackBerry daripada bertegur sapa dengan orang di sebelahnya. Sambil jalan saja mereka masih sempat melirik gadget kepunyaannya. Tak jarang ada orang yang tak sadar ia sedang disapa orang di dekatnya atau ada rekan satu perusahaannya sedang duduk di sebelahnya dalam satu bus. BlackBerry mengalihkan dunia mereka ke dunia fantasi dan dunia autis sosial.

Saat ini BlackBerry menjadi lebih dekat dengan penggunanya dibanding keluarga mereka sendiri atau bahkan Tuhan sekalipun. Kejadian di Mall Pacific Palace, iklan Kaskus dan beberapa bagian cerita di atas menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia yang notabenenya adalah pengguna BlackBerry menjadikan BlackBerry “Tuhan” baru mereka yang akan memberi kesenangan, ketenteraman jiwa, sampai rezeki berupa penghasilan, naudzubillah hi min dzalik. BlackBerry seakan ingin membawa masyarakat Indonesia kembali kepada tatanan masyarakat animisme yang mempercayai bahwa semua benda di dunia ini mempunyai jiwa yang mesti dihormati. Mayoritas pengguna terbawa dari sebuah kebutuhan menjadi gengsi selanjutnya menjadi bentuk “penuhanan” secara tidak sadar Tidak semua memang pengguna BlackBerry seperti yang sudah diutarakan di atas, tulisan ini hanya sekedar menjadi pengingat akan dampak negatif yang telah muncul. Semoga kita terhindar dari petaka dunia di era gadget ini. 


Wallahu’alam bis hawab

11 Desember 2011

Mengapa Amerika Serikat Tidak Menyerang Indonesia?


“Kenalan saya di Malaysia mewartakan sebuah berita penting (dikirim lewat email) untuk masyarakat Indonesia khususnya, dan dunia internasional pada umumnya”. Berikut isi berita tersebut:

Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia berapa kerugian yang harus dipikul pihak AS, dan berapa keuntungan pihak Indonesia dari kehadiran tentara AS di sana.

Pertimbangan AS tidak menyerang Indonesia:

( 1 ) Begitu memasuki perairan dataran indonesia, mereka akan di hadang pihak bea cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan “Uang Damai”, coba hitung berapa besarnya jika bawaanya sedemikian banyak.

( 2 ) Kemudian mereka mendirikan Base camp militer, bisa di tebak di sekitar basecamp pasti akan dikelilingi oleh penjual Bakso, Tukang Es kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam Rp. 10000 3 Pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.

( 3 ) Camp akan di kenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perpakiran daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp.10.000,- (maklum tarif orang bule), berapa yang harus di bayar AS kalau kendaraan & tank harus parkir selama sebulan??

( 4 ) Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para Mr.Cepek yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut. Dan jika kendaran tempur dan tank harus membelok atau melewati pertigaan mereka harus menyiapkan recehan untuk para Mr. Cepe.

( 5 ) Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan di hampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak jalanan, ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi.

( 6 ) Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan.

( 7 ) Di base camp militer , tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya masya Allah, gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya.

( 8 ) Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak di lalui “Rudal Kuning” yang di tembakkan penduduk setempat dari “Flying helicopter” alias wc terapung di atas sungai.

( 9 ) Pasukan AS juga tidak bisa jauh jauh dari pelaratan perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank canggih mereka bakal siap dikiloin. Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka yang kalau di dempul dan cat ulang bisa di jual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan.

( 10 ) Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.

( 11 ) Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga ketat, karena para bandit kapak merah sudah mengincar palatan canggih itu.

( 12 ) Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang digunakan untuk base camp kepada haji Husin, haji mamat, dan engkong jai’ para pemilik tanah. Disamping itu mereka juga harus minta izin kepada RT/ RW dan kelurahan setempat, berapa meja yang harus di lalui dan berapa banyak dana yang harus disiapkan untuk meng-Amplopi pejabat-pejabat ini??

( 13 ) Para komandan di pasukan AS ini juga akan kena tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base camp buat nonton dangdut di RW 06, katanya ada ayu tingting di sana .

( 14 ) Membayangkan ini semua akhinya Obama memutuskan: TIDAK JADI MENYERANG INDONESIA !!!