15 Mei 2012
Jenis-jenis Kualitas Sikap Mental Guru
Dalam dunia pendidikan dan dalam buku-buku tentang pendidikan dan keguruan selama ini, klasifikasi guru sejauh ini paling tidak baru dibuat baru di sekitar dua hal: Pertama, kualitas guru berdasarkan jenjang pendidikannya atau kelulusannya (SPG/PGA, D2, D3, Sarjana). Kedua, kelompok guru berdasarkan bidang studi yang diasuhnya (misalnya guru IPA, guru matematika, guru agama, guru IPS dst). Klasifikasi jenis-jenis guru sepert ini dampaknya hanya pada penguasaan materi pendidikan. Padahal, salah satu problem besar pendidikan adalah masalah moral dan akhlak sebagai diantara tujuan utama pendidikan. Sesungguhnya, klasifikasika guru tidak hanya yang disebut di atas. Tulisan ini menguraikan lima jenis guru berdasarkan kualitas sikap mentalnya dalam mengajar. Jenis-jenis sikap berdasarkam karakter mental ini memiliki pengaruh penting terhadap keberhasilan guru dalam mengajar. Klasifikasi karakter mental guru ini bisa diawasi oleh pimpinan sekolah, pengawas, dewan sekolah bahkan oleh murid sendiri.
1. Guru Sasar
Guru sasar adalah guru yang tidak sesuai antara statusnya sebagai guru dengan perilakunya. Tidak sesuai juga antara kata-katanya dengan perbuatannya, antara seruan dan sikapnya sendiri. Guru yang tidak mencerminkan dirinya sebagai guru. Misalnya, akhlaknya kurang baik dan tidak memiliki sifat seorang pendidik. Hasilnya, bukan membawa kemajuan terhadap murid-muridnya tapi malah memberikan dampak buruk dan menyesatkan. Tipe ini adalah mereka yang tidak memiliki mental guru tapi terpaksa menjadi guru, akhirnya menjadi guru yang kesasar. Guru sasar terpaksa menjadi guru daripada menganggur, tidak punya pekerjaan lain dan seterusnya.
Secara profesional, guru mismatch (latar pendidikan dengan bidang studi) adalah termasuk guru sasar terutama bila dirasakan murid tidak membawa kemajuan dalam memahami pelajaran. Disebut guru sasar karena tidak nyambung antara latar belakang pendidikan dengan pekerjaannya sebagai guru. Ada satu-dua kasus guru mismatch berdampak positif terhadap kemajuan murid dan sekolah, karena disebabkan beberapa hal: (1) Tidak memiliki latar belakang ilmu pendidikan, tetapi berbakat jadi guru, atau mempunyai mental guru, senang membimbing, mengarahkan dsb. (2) Rajin dan tekun mengembangkan diri untuk menjadi guru yang baik sehingga ia mampu mengajar dengan baik, mengerjakan tugasnya dengan baik, bertanggung jawab sebagai guru dsb. Namun demikian, tuntutan profesional tetap mengharuskan seorang guru harus memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan apa yang diajarkannya.
2. Guru Makelar
Guru yang kemampuannya lebih pada mengutip-ngutip pikiran orang, menghapal dan menyebutkan pendapat-pendapat orang. Ia menjadi “makelar” ilmu orang lain. Banyak mengutip pendapat orang lain tapi tidak kritis, tidak punya refleksi, jarang memiliki pendapat sendiri, ujung-ujungnya tidak punya pendirian. Kuat dalam hafalan tapi kurang memiliki fikiran dan pendapat sendiri. Lebih buruk dari guru makelar adalah guru yang kesukaannya mendiktekan pelajaran untuk dicatat secara pasif oleh murid-muridnya.
3. Guru Layar
Guru yang kesenangannya menceritakan kemampuan-kemampuannya, pengalaman-pengalamannya, kehebatan-kehebatannya, kelebihan-kelebihannya di depan murid-muridnya. Hal itu dilakukan tanpa berfikir penting tidaknya, manfaat tidaknya, relevan tidaknya kesenangan menceritakan diri dengan pelajaran yang sedang dibahas di kelas. Dia berlayar dalam pengalamannya. Dia senang kalau sudah bercerita tentang pengalamannya, “tujuannya” adalah pengumuman bahwa dia hebat dst.
4. Guru Bayar
Guru yang melakukan fungsi pendidikan karena dia dibayar oleh status, peranan, pekerjaan atau lingkungannya sebagai guru, tanpa dia sendiri menyadarinya. Dia melakukan sikap-sikap keguruan dan kependidikan karena dia merasa dirinya sebagai guru. Misalnya, berpenampilan rapih, bersikap manis, bertutur baik, sopan dan ramah karena dia merasa sebagai guru. Status guru membentuknya seperti itu. Ketika tidak menjadi guru sikapnya berubah. Sikap-sikap baik tersebut bukan lahir dari sikap mentalnya sendiri, bukan pendapatnya sendiri yang kuat dan kukuh. Ciri guru bayar adalah melakukan fungsi-fungsi keguruan tetapi tidak dibarengi dengan penjiwaan, tidak memiliki ekspresi emosionalnya sebagai guru sehingga umumnya kurang kreatif sebagai guru. Guru bayar menjadi guru bila di sekolah, di luar sekolah lain lagi. Guru bayar umumnya adalah pengajar bukan pendidik.
5. Guru Besar
Guru besar disini maksudnya bukan doktor atau profesor karena itu menyangkut ilmu. Guru besar yang lebih hebat adalah guru besar dalam hal sikap mental. Guru besar ilmu banyak yang tidak memiliki mental pendidik dan sikapnya tidak terpuji. Guru besar disini maksudnya guru yang pandai membesarkan hati, harapan dan cita-cita murid-muridnya, guru yang pandai menumbuhkan motivasi dan mendorong murid-muridnya untuk maju. Guru yang pandai membesarkan keinginan sehingga anak didiknya merasa terdorong, termotivasi dan terbangun jiwanya. Guru tipe ini sikapnya arif, mentalnya dewasa dan matang, tidak mudah menyalahkan, ucapannya sejuk dan enak didengar, dan seorang motivator yang baik. Guru besar selalu disukai murid-muridnya.
Refleksi
Yang terbaik dari kelima jenis itu tentu saja adalah guru besar. Guru besar adalah guru yang baik, guru sejati, pendidik yang sebenarnya. Bila sekolah ingin maju, perbanyaklah guru besar di sekolah. Arahkanlah guru-guru yang ada di sekolah untuk menjadi atau memiliki mental guru besar melalui program-program pelatihan, pendidikan mental, perluasan wawasan dan peningkatan jenjang pendidikan. Kelompok guru besarlah yang akan memiliki dampak positif terhadap anak didik dan dunia pendidikan secara umum. Mental guru besar lah yang akan melahirkan murid-murid yang sukses dan generasi muda yang berakhlak mulia yang selama ini didambakan oleh orang tua dan masyarakat. Klasifikasi sikap mental guru ini bisa melibatkan evaluasi dari kepala sekolah, pengawas, masyarakat dan murid-murid secara tidak langsung demi kemajuan pendidikan.
14 Tahun Reformasi, Banyak Aktivis Reformasi Ikuti Perilaku Korup
Peristiwa kerusuhan di Jakarta pada 13 Mei 1998, merupakan tonggal awal yang memicu gerakan reformasi. Bagaimana wajah Indonhesia kini?
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia masih mengidap sejumlah potret negatif. Di antaranya, kasus korupsi politik yang berimplikasi pada banyak segi kehidupan, seperti demokrasi, ekonomi, hukum. Selain itu, berpindahnya idealisme hukum dan politik beralih menjadi pragmatisme hukum dan politik.
Fakta adanya sikap ketidakpercayaan masyarakat pada partai politik dan politisi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan dan kenegaraan, memperjelas akan kasus kemiskinan, korupsi dan kerusakan lingkungan dll, belum tertangani.
Sementara sisi, pada kenyataannya, kita melihat penegakkan hukum masih bersifat konvensional yakni penegakkan hukum dengan menggunakan pendekatan rest and order atau stabilitas dan keamanan. Pendekatan model ini, menjadi andalan utama dalam pemerintahan Orde Baru yang melahirkan banyak korban.
Terkait dengan reformasi yang telah berlangsung selaman14 tahun, bagaimana pandangan para pakar?
Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra, menilai sejumlah aktivis 1998 yang ikut memperjuangkan reformasi semakin tidak jelas arah tujuannya. Mereka yang seharusnya berada di garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi, yang merupakan salah satu agenda reformasi, malah banyak yang terjerumus dalam perilaku korupsi itu.
"Yang saya amati, mereka yang saat ini masuk dalam struktur kekuasaan , DPR ataupun pemerintah misalnya, semakin tidak jelas. Harusnya mereka ada di garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi," kata Saldi, Minggu (13/5).
Menurut Saldi, mereka yang dulu mencela praktik korupsi dan ikut memunculkan reformasi yang beragendakan pemberantasan korupsi, harusnya bertanggung jawab dengan apa yang mereka perjuangkan dulu. Mereka yang justru saat ini menjadi bagian dari praktik tindak pidana korupsi, telah mengkhianati cita-cita yang dulu telah diperjuangkan bersama.
Namun, Saldi tidak mengatakan bahwa agenda reformasi yang telah berjalan selama 14 tahun itu telah gagal. Menurutnya, pertarungan hingga saat ini masih terus terjadi antara perilaku korup dengan penentangnya. "Tapi banyak juga mereka yang justru terperosok ke dalam pelaku korup," kata Saldi yang merupakan bagian dari aktivis 1998 ini.
Sementara itu, salah satu agenda reformasi di Indonesia adalah pemberantasan korupsi. Namun, setelah 14 tahun reformasi terjadi yang ditandai runtuhnya rezim orde baru, perilaku korupsi di Indonesia tidak begitu saja hilang.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang didirikan pada era reformasi untuk memberantas korupsi di Indonesia angkat bicara soal masih adanya tindak pidana korupsi di Indonesia. Menurut Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi bagian dari agenda reformasi tetapi sudah harus menjadi peradaban sebuah bangsa.
"Maksudnya adalah pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan cara sistematis, terstruktur, dan fundamental. Tidak ada satu negara pun yang mampu menyejahterakan bangsanya tanpa melakukan pemberantasan korupsi yang diiringi oleh rasa keadilan dan kepastian hukum," kata Bambang, kemarin.
Menurut Bambang, jika korupsi tidak menjadi suatu peradaban sebuah bangsa, maka ia akan menghancurkan bangsa itu sendiri. Misalnya, sejumlah negara di Afrika dan Asia sistem pemerintahannya jatuh lantaran maraknya praktik tindak pidana korupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui belum ada peningkatan secara optimal dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia sejak 14 tahun reformasi terjadi di Indonesia. Namun, selama 13 tahun itu, pemberantasan korupsi di Indonesia selalu menunjukan tren positif.
"Dalam konteks Indonesia, ada progres walau belum sangat optimal, Indonesia satu-satunya negara di dunia yang mampu meningkatkan 0.7 poin dalam indeks persepsi korupsi dalam waktu lima tahun," kata Bambang Widjajanto.
Selain itu, Bambang mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara yang bisa menjadi salah satu contoh menarik dalam upaya pemberantasan korupsi. Di mana, tingkat partisipasi publik dalam memerangi korupsi sangat tinggi.
Usia reformasi di Indonesia sudah 14 tahun. Gerakan reformasi 1998 yang dimotori oleh mahasiwa itu mengagendakan sejumlah hal, salah satunya adalah pemberantasan korupsi. Namun, hingga saat ini, praktik korupsi di Indonesia belum benar-benar habis. Masih ada praktik-praktik korupsi yang dilakukan oleh penyelenggara negara maupun aparat birokrasi dan pihak swasta.
14 Mei 2012
Menulis Adalah Sebuah Kemerdekaan
Menulis adalah sebuah kemerdekaan bagi setiap orang. Siapa pun orangnya berhak menulis apa saja, asalkan tidak merampas kemerdekaan orang lain. Hal itu karena setiap orang mempunyai kebebasan untuk menulis apa saja tanpa ada yang berhak mengarahkan, mengatur apalagi mendikte. Kritik dan masukan adalah sebuah input yang bisa menjadi perbaikan, tapi tidak mutlak. Penulis mempunyai kebebasan untuk memilih, mau menulis apa, mau tidak menulis apa.
Sejelek apapun sebuah tulisan tetaplah tulisan, sama seperti tulisan sebagus apapun. Sejatinya penulis, menulis, dan tulisan tidaklah bersifat otoritatif. Ketiganya ada karena proses sebelumnya. Ada yang berproses singkat, sedang, dan panjang.
Sejatinya penulis akan selalu diuji seiring proses kepenulisannya. Ujian bisa berupa kejenuhan, kritikan, caci maki, pemangkasan sebuah proses, dan sebagainya.
Saya berkeyakinan menulis bukanlah masalah bakat, tetapi kerja keras, semangat, dan kemauan. Kerja keras untuk selalu belajar dengan tekun melalui latihan menulis yang kontinyu dan membaca bacaan yang bermanfaat. Semangat yang selalu dihidupkan bagaimana pun kondisinya. Kemauan yang kuat untuk terus menulis dan berproses menjadi lebih baik.
Jika ada cibiran, sejatinya cibiran itu telah memangkas sebuah proses. Cibiran itu melupakan bahwa menulis bukanlah pekerjaan pasti jadi dan langsung jadi. Menulis seperti membuat lukisan yang membutuhkan kesabaran untuk memoleskan kata-kata menjadi gambaran makna yang ada pada sebuah tulisan.
Dibutuhkan ketegaran hati sekeras batu karang, kekokohan prinsip sekokoh pohon kopi, kekuatan batin sekuat baja. Hal itu agar penulis selalu eksis dan tak mudah patah semangat.
Proses menjadi penulis merupakan sesuatu yang sering luput dari pengamatan. Proses merupakan jalan panjang yang sepi. Banyak orang memandangnya sebelah mata, mencibir, mencaci, dan melemahkan. Orang lebih senang dengan hasil yang gemilang. Ronggeng Dukuh Paruk, Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi merupakan sedikit contoh sebuah hasil yang gemilang. Seperti sebuah pesta kembang api di malam tahun baru. Orang suka melihat dan merayakannya.
Namun yang perlu diyakini adalah proses akan menghasilkan sebuah hasil yang gemilang. Jalan sepi akan menjadi ramai oleh gemerlap kembang api. Milikilah kerja keras, semangat, dan kemauan. Merdekalah dalam menulis!
Kopi & Cangkir
Dalam sebuah acara reuni , beberapa alumni Universitas Barkeley, California, menjumpai dosen kampus mereka dulu.
Melihat para alumni tersebut rame - rame membicarakan kesuksesan mereka, professor tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda - beda.
Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal , kaca, melamin dan plastik.
Professor itu menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir & mengisinya dengan kopi.
Setelah masing - masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, professor berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik.
Memilih hal yang terbaik adalah wajar & manusiawi.
Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus, perasaan kalian mulai terganggu.
Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain & mulai membandingkannya.
Pikiran kalian terfokus pada cangkir , padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.
" Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut diatas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki."
Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati.
Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting.
Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus & pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagiaan.
Itu konsep yang sangat keliru.
Kualitas hidup kita ditentukan oleh " Apa yang ada didalam" bukan "Apa yang kelihatan dari luar".
Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagiaan di dalam kehidupan kita ?
Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.
" Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus kualitas kopinya. " Selamat menikmati secangkir kopi ... kehidupan !!!
Nasihat dan Prasangka
Nasihat-menasihati merupakan salah satu kebiasaan orang muslim, yang belum terbiasa hendaknya mulai dibiasakan. Menasihati juga ada aturan mainnya, tidak serampangan yang bisa melukai hati orang lain. Dalam surah favorit saya dan favorit anak SD atau TK, bahwa jika tidak mau rugi maka hendaknya kita saling menasihati.
Kita simak perkataan ulama berikut, “Aku tidak pernah menyesali apa yang tidak aku ucapkan, namun aku sering sekali menyesali perkataan yang aku ucapkan. Ketahuilah, lisan yang nista lebih membahayakan pemiliknya daripada membahayakan orang lain yang menjadi korbannya” (mengutip perkataan, Dr. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, MA.).
Kita sering mendengar lidah tidak bertulang, sehingga yang dikatakan cenderung tidak mencari tegakan apa yang dikatakannya.
Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: ”Aku peringatkan kepada kalian tentang prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan yang paling bohong, dan janganlah kalian berusaha untuk mendapatkan informasi tentang kejelekan dan mencari-cari kesalahan orang lain, jangan pula saling dengki, saling benci, saling memusuhi, jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” (H.R Bukhari, no (6064) dan Muslim, no (2563).
Berprasangka boleh dan tidak dilarang, asalkan berprasangka yang baik-baik. Sehingga untuk mencari kebenaran dari prasangka itu tentunya kita harus mencari tahu dari sumber aslinya, jangan mudah terpancing perkataan orang lain atau media. Meskipun banyak sekarang yang mudah percaya media dari pada teman karibnya sendiri. Islam mengajarkan tabayun (cross-check langsung) dalam mencari kebenaran berita.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hujuraat [49]: 12)
“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Jawab para sahabat: “Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Maka kata Nabi SAW: “Engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya.” Kata para sahabat: “Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu?” Jawab Nabi SAW: “Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)
Abdullah bin Umar RA menyampaikan hadits yang sama, ia berkata, “suatu hari Rasulullah SAW naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi: “Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari cari aurat saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari cari auratnya. Dan siapa yang dicari cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.”” (HR. At Tirmidzi no. 2032, HR. Ahmad 4/420. 421, 424 dan Abu Dawud no. 4880. Hadits shahih). Yang dimaksud dengan aurat di sini adalah aib/cela atau cacat, kejelekan dan kesalahan. Dilarang mencari cari kejelekan/kesalahan seorang muslim untuk kemudian diungkapkan kepada manusia – tuhfatul Ahwadzi).
sumber : dakwatuna.com
nuptk.webbrowser.exe | Daftar Data NUPTK Online 2012
Update Data NUPTK 2012 Terbaru - NUPTK - Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah nomor identitas yang bersifat nasional untuk seluruh PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar atau terjadi perubahan data periwayatan. Maka lakukanlah pemutakhiran data atau update data anda di tahun ini bila anda belum melakukan update data. Hal ini sangat berguna untuk anda dalam proses Sertifikasi maupun kenaikan jabatan.
Untuk Mengetahui Data NUPTK yang sudah terdaftar dengan statusnya anda bisa mengunakan software yang sudah sangat populer yaitu nuptkwebbrowser.exe. dimana dengan software ini segala kesulita dalam mencari status NUPTK dapat diatasi dengan mudah. atau jika anda tidak menemukannya anda bisa juga kunjungi situs NUPTK Kemendikbud
Sebagai tambahan dari kami bahwa software nuptkwebbrowser memiliki banyak kelebihan dari cara yang lain yang pernah ada. Yaitu :
- Tidak perlu menginstal
- Dapat menampilkan data PTK per sekolah (sebelumnya, data yang dipublikasikan melalui www.nuptk.info adalah per kab/kota dan harus diunduh)
- Data dilihat langsung (nggak perlu doooloood)
- Data usulan baru dapat dipantau
- Menampilkan nomor Peg_ID
Berikut ini adalah contoh dari tampilan daftar NUPTK menggunakan webbrowser
Kami tidak lupa mengucapkan selamat untuk anda yang telah terregistrasi di NUPTK 2012 ini. Tingkatkan terus kualitas pendidikan Nasional dengan penuh semangat dan ikhlas.Jika anda ingin menunduh bisa ikuti lingk nuptk.webbrowser.exe
Terima kasih atas kunjungannya
Cara Melihat Data NUPTK 2012
Cara Melihat Data NUPTK 2012 Terbaru - Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan sangat unik dengan 16 digit nomor yang tidak memiliki kembaran se Indonesia. dimana dengan Nomor Unik tersebut setiap pendidik dapat menggunakannya kemanapun atau dimana pun dia berada. Maksudnya meskipun Tenaga Pendidik itu pindah tempat atau pindah tempat mengajar namun NUPTK nya tidak berubah. untuk maksud tersebut itulah kami disini akan memberikan tips Cara Melihat Data NUPTK 2012 Terbaru yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Cara melihat Data NUPTK 2012 bisa dengan menggunakan software atau perangkat lunak yang dihubungkan langsung dengan NUPTK kemendikbud. atau anda bisa mencoba untuk melihatnya di nuptk.kemendikbud.go.id
Cara melihat data nuptk 2012 yang lain adalah dengan mengirim SMS ke kontak layanan yaitu dengan cara seperti berikut ini :
Anda kirim sms ke no: 081218582888 Format Pengiriman: Nuptk#nama lengkap#tempat lahir#tanggal lahir
Contoh: Nuptk#yudi supriadi#ciamis#28-05-1974
Tahukan anda manfaat dari NUPTK itu sendiri bagi anda? Manfaat untuk tenaga pendidik yang memiki NUPTK adalah dapat kami jelaskan seperti berikut ini sebagai mana dijelaskan oleh kemendikbud :
- Berpartisipasi dalam sebuah proses/mekanisme pendataan secara nasional sehingga dapat membantu pemerintah dalam merencanakan berbagai program peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.
- Mendapatkan nomor identifikasi resmi dan bersifat resmi dan bersifat nasional dalam mengikuti berbagai program/kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat/daerah.
- Kenaikan pangkat dan berbagai hal yang berhubungan dengan kepegawaian sangat berhubungan erat dengan NUPTK.
Karena demikian bergunanya manfaat dari data NUPTK maka kami anjurkan dengan sangat agar setiap PTK (anda sebagai guru) untuk segera memperbaharui data anda di kemendikbud dengan cara Update Data NUPTK.
Langganan:
Postingan (Atom)







