sampurasun


29 November 2011

Partitur dan Lirik Mars Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)


Sangat disayangkan ternyata banyak para anggota KORPRI tidak tahu lagu Mars Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), maka dengan ini saya memposting ulang lagu mars tersebut.

Tempo di Marcia Con Vigore; Teks/Musik : EL Pohan

Satukan irama langkahmu
Bersatu tekad menuju ke depan
Berjuang bahu membahu
Memb’rikan tenaga tak segan
Berdasar Pancasila dan Undang-undang Dasar Empat Lima
Serta dipandukan oleh haluan Negara Kita maju terus
Membangun Negara yang jaya
Membina tekad menuju ke depan
Memakai akal dan daya
Membimbing, membangun, mengemban
Di bawah Panji KORPRI, Kita mengabdi tanpa pamrih
Di dalam Naungan Tuhan yang Maha Kuasa KORPRI Maju terus

Versi Lain :

Satukan irama langkahmu
Bersatu tekad menuju ke depan
Berjuang bahu-membahu
Memberikan tenaga tak segan
Membangun negara yang jaya
Membina bangsa besar sejahtera
Mamakai akal dan daya
Membimbing membangun mengemban
Berdasar Pancasila
Dan Undang-Undang Dasar Empat Lima
Serta dipadukan oleh haluan negara
Kita maju terus
Di bawah Panji Korpri
kita mengabdi tanpa pamrih
Di dalam naungan Tuhan Yang Maha Kuasa
Korpri maju terus

Keterangan tambahan :

Lagu Mars KORPRI ditetapkan berdasarkan Keputusan Musyawarah Nasional VI KORPRI Nomor Kep-09/MUNAS/2004 tanggal 30 Nopember 2004. Lagu Mars KORPRI masih berlaku, namun diberikan kewenangan kepada DPP KORPRI untuk menghubungi penciptanya apabila akan dilakukan penyesuaian aslinya.

28 November 2011

Penjelasan dan Makna PANCA PRASETYA KORPRI


KAMI ANGGOTA KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA, INSAN YANG BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA BERJANJI : 
  1. SETIA DAN TAAT KEPADA NEGARA KESATUAN DAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945; 
  2. MENJUNJUNG TINGGI KEHORMATAN BANGSA DAN NEGARA, SERTA MEMEGANG TEGUH RAHASIA NEGARA; 
  3. MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN NEGARA DAN MASYARAKAT DI ATAS KEPENTINGAN PROBADI DAN GOLONGAN; 
  4. MEMELIHARA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA SERTA KESETIAKAWANAN KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA; 
  5. MENEGAKKAN KEJUJURAN, KEADILAN, DAN DISIPLIN SERTA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DAN PROFESIONALISME. 
PENJELASAN PANCA PRASETYA KORPRI 

Pada umumnya yang dimaksud dengan Kode etik adalah aturan tata susila, sikap akhlak, dan ilai-nilai yang menjadi pedoman bagi anggota kelompok profesi tertentu dalam berskap, berperilaku dan melaksanakan kegiatan.

Di dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia memiliki keterkaitan dengan lingkungan. Di lingkungan keluarga, kehidupan probadi dibatasi oleh norma-norma ataupun pedoman hidup yang berasal dari adat dan agama. Dalam kehidupan berorganisasi, setiap anggota dibatasi oleh tata tertib organisasi yang bersangkutan yang bersifat mengikat untuk dilaksanakan secraa disiplin dengan sanksi tertentu apabila dilanggar.

KORPRI sebagai suatu organisasi, dalam MUNAS I KORPRI tahun 1978, telah menetapkan Kode Etik KORPRI Sapta Prasetya KORPRI, yang dalam perkembangannya telah diadakan penyempurnaan dalam perumusannya pada MUNAS III KORPRI tahun 1989.

Sejalan denganKeputusan MUNAS V KORPRI tahun 1999, dirasa perlu untuk mengubah Kode Etik yang telah ada menjadi Kode Etik KORPRI yang dinamakan Panca Prasetya KORPRI.

Pada hakikatnya kedudukan anggota KORPRI adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, warga negara, pejuang, unsur paratur negara, abdi negara, dan abdi masyarakat. Oleh karena itu, sikap danperilaku anggota KORPRI harus mencerminkan hakikat dan kedudukannya yang dirumuskan dalam Panca Prasetya KORPRI.

Untuk dapat mengamalkannya dengan baik, Panca Prasetya KORPRI harus dipahami dan dihayati secara seksama. Dengan demikian diharapkan makna yang terkandung di dalam Kode Etik KORPRI dapat ditegakkan secara arif, tepat, dan taat asas. Apabila tidak demikian halnya, norma tidak akan terwujud di dalamkenyataan.

Dengan Kode Etik Panca Prasetya KORPRI, diharapkan segenap anggoat KORPRI dapat menempatkan kedudukannya selaku pemikir, perencana, pelaksana, pengendali, dan pengawas dalam tugas-tugas pemerintahan di satu pihak serta sebagai pengayom, pembela keadilan dan pejuang untuk kepentingan anggota, serta panutan bagi masyarakat.

MAKNA PANCA PRASETYA KORPRI

Kami anggota Korpri merupakan pernyataan dan janji secara sadar, ikhlas dan penuh tanggung jawab kepada diri sendiri, bagi mereka yang secara sah telah menempuh proses rekruitmen, pendidikan dan pelatihan, pengangkatan serta telah mengucapkan sumpah atau janji dan telah menandatangani ikatan kerja sebagai Pegawai RI. Oleh karena itu, anggota Korpri dapat dipercaya untuk memikul tugas atau jabatan pemerintahan. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Anggota Korpri dengan sepenuh jiwa mengakui bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah Sang Maha Pencipta, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ketakwaan yang diwujudkan ke dalam berbagai bentuk amal dan ibadah merupakan suatu pernyataan terima kasih yang luhur kepada Sang Maha Pencipta.

a. Prasetya Pertama Setia merupakan sikap batin. Dengan demikian setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan sikap batin anggota Korpri dan kesanggupannya mewujudkan dan mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Pada umumnya kesetiaan timbul dari pengetahuan dan pemahaman atas keyakinan yang mendalam terhadap sesuatu.

b. Prasetya Kedua Setiap anggota Korpri menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara. Menjunjung tinggi adalah mengangkat dan meletakkan sesuatu di atas kepala dengan tujuan menghormati atau menghargainya, kehormatan, menyangkut martabat, harga diri, nilai-nilai keluhuran seseorang atau sesuatu yang menjadi sumber keberadaannya. Dengan demikian, pengertian menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara ialah menjunjung tinggi norma-norma yang hidup pada bangsa dan negara Indonesia. Memegang teguh rahasia. Rahasia dapat berupa rencana, kegiatan atau tindakan yang akan, sedang atau telah dilaksanakan. Rahasia dapat menimbulkan kerugian atau bahaya apabila diberitakan kepada atau diketahui oleh orang yang tidak berhak. rahasia dapat berupa dokumen tertulis, seperti surat, notulen rapat, peta, dan dapat pula berupa keputusan atau perintah lisan atau rekaman suara dari pejabat yang berwenang. Rahasia ada yang bersifat sangat rahasia, rahasia, atau terbatas, ada yang kerahasiaannya terus menerus, ada rahasia negara dan rahasia jabatan. Rahasia Negara adalah rahasia yang ruang lingkupnya meliputi seluruh atau sebahagian besar kepentingan negara dan dibuat oleh pimpinan tertinggi negara. Rahasia Jabatan ialah rahasia mengenai atau yang ada hubungannya dengan instansi tertentu dan dibuat oleh pimpinan instansi yang bersangkutan. Karena jabatan atau pekerjaannya, pegawai RI yang menduduki jabatan tertentu mengetahui rahasia negara atau rahasia jabatan. Karena setiap kebocoran rahasia selalu menimbulkan kerugian atau bahaya, hendaklah menjadi kewajiban pegawai RI yang bersangkutan untuk memegang teguh rahasia negara atau rahasia jabatan yang diketahuinya atau yang dipercayakan kepadanya. Kewjiban memegang suatu rahasia berlaku terus menerus baik sewaktu masih aktif bekerja maupun sesudah pensiun. Memegang teguh rahasia, selain merupakan etik, juga merupakan kewajiban hukum yang terdapat di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

c. Prasetya Ketiga Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan bergantung pada kualitas dan ketangguhan pegawai RI. Oleh sebab itu pegawai RI harus melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab dan harus memahami kebijaksanaan pemerintah dan menguasai peraturan perundang-undangan menurut bidangnya masing-masing. Setiap anggota Korpri mempunyai kedudukan dan peranan sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat. sebagai Abdi Negara hendaklah bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh menurut bidangnya masing-masing dalam rangka mencapai tujuan negara dan harus selalu mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Sebagai Abdi Masyarakat harus selalu memberikan layanan secara profesional yang sebaik-baiknya untuk memenuhi aspirasi dan kepentingan masyarakat menurut bidangnya masing-masing dengan cara mempercepat pemberian layanan yang diperlukan masyarakat dan memberikan penjelasan yang diperlukan masyarakat tanpa pamrih.

d. Prasetya Keempat Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan efek sinergi dari saling ketergantungan antara berbagai unsur di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam rangka memelihara/memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, setiap anggota Korpri harus berusaha, antara lain : 1) Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupannya sehari-hari. 2) Meningkatkan kerukunan hidup antar umat beragama dan kerja sama di antara rakyat Indonesia yang memeluk agama yang berbeda-beda dan menganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3) Menghormati adat istiadat dan kebiasaan golongan masyarakat. 4) Meningkatkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial, khususnya terhadap lapisan masyarakat yang tertinggal di dalam pembangunan. Kesetiakawanan Korpri merupakan sikap batin dari mereka yang merasa senasib sepenanggungan di dalam mencapai misi bersama yang diembannya. Setiap anggota Korpri harus memelihara kesetiakawanan Korpri. Setia kawan merupakan sikap positif dari mereka yang mempunyai tujuan yang sama dan mempunyai persamaan cara di dalam mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerjas ama personal, fungsional, profesional di antara anggota Korpri.

e. Prasetya Kelima Berjuang menegakkan/meningkatkan mengandung pengertian kesediaan untuk selalu berbuat sesuatu yang lebih baik secara terus menerus. Kejujuran bagi anggota Korpri ialah ketulusan hati di dalam melaksanakan tugasnya dan tidak menyalah gunakan wewenang yang diberikan kepadanya. setiap anggota Korpri harus bersikap dan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, adil dan bersemangat untuk kepentingan negara. Kesejahteraan merupakan salah satu tujuan nasional negara kita. Oleh karena itu, segenap anggota Korpri harus turut serta aktif dan dinamis di dalam meningkatkan kesejahteraan umum demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pembangunan kesejahteraan pegawai RI dilakukan sebagai bagian yang menyeluruh dari pembangunan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Profesionalisme mengandung pengertian kesanggupan seseorang dalam menghayati, menguasai, mengerjakan suatu konsep/gagasan atau tugas yang dihadapi atau ditugaskan kepadanya. Disamping ilmu pengetahuan dan kemampuan, anggota Korpri hendaklah mempunyai kreativitas yang tinggi. Kreativitas mengandung arti kesanggupan atau keahlian seseorang dalam melahirkan berbagai gagasan, ide, konsep yang tepat, tepat guna dan hasil guna untuk keperluan atau penyelesaian sesuatu secara profesional.

26 November 2011

Kadang dalam menghadapi masalah, Allah tidak merubah situasi tapi Allah merubah kita.


Ada sebuah kisah lama tentang seorang kapten sebuah kapal yang sedang berlayar dalam malam yang gelap dan kelam.

Kapten tersebut tiba-tiba memperhatikan sebuah sinar trang langsung didepannya, dan ia tahu bahwa kapalnya sedang ada dalam jalur tabrakan dengan terang itu.

Ia bergegas ke radio dan mengirimkan suatu pesan darurat, dengan menuntut kapal tersebut untuk merubah jalurnya sepuluh derajat ke timur.

Beberapa detik kemudian, ia menerima sebuah pesan jawaban.

Pesan itu berkata, “Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda sepuluh derajat ke barat.”
Kapten itu menjadi marah. Ia mengirimkan pesan tidak jelas lainnya.

“Aku adalah seorang kapten angkatan laut. Aku menuntutmu mengubah jalurmu.”
Ia menerima pesan kembali beberapa detik kemudian.

Pesan itu berbunyi, “Aku adalah kelasi kelas dua. Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda.”

Kapten itu sekarang sangat marah. Ia mengirimkan sebuah pesan terakhir. Bunyinya, “Aku adalah sebuah kapal perang, dan aku tidak mau mengubah jalurku!”

Ia mendapat pesan pendek sebagai jawaban. Bunyinya,“Aku adalah sebuah mercusuar. Itu pilihan Anda, pak.

Kadang dalam menghadapi masalah, Allah tidak merubah situasi tapi Allah merubah kita.

Jejak Langkah Sang Pengabdi























25 November 2011

Menyambut 1 Muharram 1433 Hijriyah


Tahun Baru Hijriyah adalah suatu kultur umat Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Muharram, bulan pertama dalam kalender Islam.

Tahun Baru Hijriyah yang ditandai dengan hijrahnya Rasulullah SAW dari kota Mekkah yang banyak didiami kaum Quraish ke kota Madinah. Kaum Quraish di kota Mekkah pada saat itu sangat menentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW yaitu Islam. Penentangan keras yang dilakukan oleh kaum Quraish yang cenderung menggunakan kekerasan membuat Rasulullah SAW mengambil keputusan untuk hijarah ke kota Madinah dimana penduduk Madinah lebih toleran terhadap kehadiran Rasulullah SAW dan ajaran Islam. Di kota Madinah inilah Rasulullah melakukan syiar Islam dan berkembang dengan pesatnya (yang nantinya Madinah menjadi pusat kegiatan Islam di tanah Arab).

Setiap Tahun Baru Hijriyah didahului oleh dua peristiwa penting, yaitu satu Syawal sebagai akhir puasa (Idul Fitri) dan 10 Zulhijah pelaksanaan ibadah haji (Idul Adha). Baik Idul Fitri maupun Idul Adha kalau diamati lebih dalam, memiliki makna dan hubungan yang erat dengan satu Muharam.

Setelah keduanya dapat ditaklukkan, berarti kita sudah siap hijrah ke tahun berikutnya. Dengan demikian, ketika menyambut satu Muharam, kita memulai kegiatan dengan bekal yang matang, program yang jelas, dan penuh dengan rasa percaya diri.

Sungguh maha bijak Tuhan yang mengatur urutan-urutan itu, yakni perintah haji setelah puasa dan Hijrah setelah puasa dan haji. Namun, maknanya, tentu lebih berbahagia orang-orang yang membekali dirinya dengan kebijakan tersebut, yaitu pengendalian nafsu dan tahan akan godaan setan.

Memaknai Konsep Hijrah

Hijrah pada zaman Nabi bukanlah semudah yang disangka. Beliau berhijrah akibat ancaman kaum Musyrikin yang menentang dakwah Nabi dan juga mengancam nyawa orang-orang yang mengikuti ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

“Jangan takut dan jangan bersedih! Sesungguhnya Allah bersama kita.” Itulah kata-kata semangat yang diberi oleh Rasulullah SAW kepada sahabat baginda, Abu Bakar as-Siddiq ketika berhadapan dengan berbagai halangan dan ancaman dalam perjalanan dari kota Mekah ke kota Madinah. Sesungguhnya proses hijrah tsb menuntut kesabaran dan keberanian yang tinggi.

Peristiwa hijrah juga memberikan gambaran kepada umat Islam bahwa bumi Allah SWT tidaklah sempit untuk mereka hidup dan menikmati apa yang telah disediakan oleh Allah SWT untuk orang-orang yang beriman. Ini jelas termaktub dalam Al-Qur’an surah Az-Zumar, ayat 10:
“Katakanlah: ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu’. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“.

Selain menghindari ancaman, hijrah Nabi juga merupakan usaha baginda mewujudkan satu rangkaian kerjasama untuk membangun masyarakat baru di sebuah kota yang lebih aman.

Sebagai umat Islam, kita perlu merenung kembali situasi masa itu. Adakah kita telah memainkan peranan yang sepantasnya didalam mempertahankan dan mengembangkan Islam sebaik-baiknya, atau bahkan melemahkan tiang agama tsb dengan melupakan tanggungjawab dan peranan kita sebagai umat Islam?

Peristiwa hijrah memberitahukan kepada kita bahwa nasib setiap individu / kaum hanya bisa diubah oleh diri kita sendiri / kaum itu sendiri.

Islam juga tidak suka kepada umatnya yang hanya berdiam diri dan menunggu sesuatu mengubah nasib mereka. Karena itu Allah SWT memberikan ujian kepada hamba2-Nya demi melihat bagaimana mereka menghadapi ujian itu sebagaimana yang telah diberikan kepada Nabi Muhammad SAW dan pengikut-2-nya.

Allah SWT berfirman dalam surah Ar-Ra’ad ayat 11:
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW, salah satunya adalah usaha meninggalkan semua unsur kejelekan yang ada dalam diri setiap manusia kepada nilai-nilai kebaikan seperti yang dituntut oleh Islam melalui konsep “amal ma’aruf nahi munkar“, yaitu melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT.

Selain itu, hijrah juga membawa arti meninggalkan suasana kesempitan dan kegelapan menuju satu keadaan yang terang benderang. Hal ini bisa dikaitkan dengan usaha menambah ilmu pengetahuan dan mempelajari masalah-2 baru yang bermanfaat bukan saja untuk diri sendiri melainkan juga untuk agama, bangsa dan negara. Hijrah ini manfaatnya amat besar, dengan berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan, kita dapat mengubah hidup lebih baik dan selanjutnya menjadi umat Islam yang kuat dan khalifah dimuka bumi.

Islam menuntut umatnya berhijrah dari kelemahan kepada kekuatan terutama aspek keimanan, karena keimanan kepada Allah SWT akan melahirkan masyarakat Islam yang kokoh dari aspek ekonomi, politik, sosial, pendidikan dan sebagainya. Hijrah yang seperti ini harus dilakukan dengan sempurna dan sepenuh hati karena hijrah menjanjikan kehidupan yang sempurna dan bahagia di dunia dan akhirat.

– dikutip dari berbagai sumber –

Referensi:
Kalender Hijriyah
Nabi Muhammad
Hijrah (Islam) — Britannica Online Encyclopedia
Hijrah (Islam) — Wikipedia.org

Menyongsong Tahun yang Selalu Baru


Bukan tidak terasa melainkan sangat terasa. Sangat terasa sudah akhir tahun. tahun 2011 Masehi tinggal hitungan hari akan segera berakhir. Dan tahun hijriyah telah berganti lembaran baru. 1432 Hijriyah telah berlalu dan Tahun 1433 Hijriyah telah datang. Perputaran waktu menjadi salah satu bagian dari kehidupan seorang manusia. Waktu menjadi bagian penting dari kehidupan itu sendiri. Hitungan detik, jam, hari, minggu, tahun, menjadi sebuah hal yang penting dalam kehidupan seorang manusia. Coba anda bayangkan seandainya di kehidupan ini tidak mengenal hitungan waktu, Tidak mengenal jam, tidak mengenal penanggalan. Tentu apa yang kita lakukan tidak akan ada muatan semangat. Ditengah menulis artikel ini pikiran saya teringat dengan artikel yang saya tulis 2 tahun lalu. Tepatnya ujung desember 2007. Artikel yang berjudul Doa Online. Jika anda belum pernah membacanya silahkan baca artikel tersebut. Mungkin bisa memberikan Inspirasi.

Dengan mengingat perputaran waktu dan ketidakkekalan kehidupan dunia ini, maka sudah sewajarlah setiap gerak – gerik kita merupakan nafas kehidupan yang baik. Tidak hanya sekedar asal hidup atau hidup asal - asalan. Terlalu sayang jika kehidupan ini tidak kita persiapkan dan lebih – lebih dijalani dengan kebaikan. Karena toh pada akhirnya jiwa ini akan berpisah dari raga, dan raga ini akan mati. Dengan menyadari pergantian tahun akan menyadarkan pada kita akan pergantian waktu, dan dengan menyadari pergantian waktu akan menyadarkan kita akan pergantian kehidupan.

Sudahkah kita memepersiapkan segala sesuatunya untuk menyongsong tahun yang baru, lembaran baru?. Dan memang setiap tahun yang kita jelang adalah tahun baru. Hanya diri kita lah yang bisa memacu diri kita. Yang dari luar hanyalah pelecut atau pemicu. Selebihnya tergantung kitalah yang mengolahnya menjadi energi baru. Pepatah arab mengatakan “Man jadda wa jada” yg artinya “Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil!!” kesungguhan kita akan menentukan hasil yang akan kita peroleh kedepan. Apapun cita – cita kita, bukan seberapa besar cita – cita kita, bukan seberapa rumit cita – cita kita, melainkan kesungguhan kita dalam memperjuangkan cita – cita tersebut. Semoga di tahun yang baru ini kebaikan – kebaikan yang akan selalu menyertai kita. Dimanapun kita berada. Semoga Allah SWT mempermudah dan mewujudkan semua niat (cita) baik kita. Kita dihindarkan dari segala bala dan bencana. Aminnn. Salam Penuh Berkah

Hikmah Tahun Baru Hijriyah


Hikmah terpenting dari momentum Tahun Baru Hijriyah, ialah memperbarui tekad, semangat dan upaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam berbagai bidang kehidupan.

Tetapi hijrah dalam pengertian maknawi, seperti hijrah dari sifat malas dan putus asa kepada ketekunan berusaha, hijrah dari perilaku curang dan korup kepada perilaku adil dan jujur, hijrah dari kemaksiatan kepada ketakwaan, serta hijrah dari perangkap kemiskinan yang mendekatkan kepada kekufuran menuju kehidupan yang layak dan bermartabat, tetap relevan sepanjang masa.

Pesan hijrah bernilai abadi karena setiap Muslim dituntut untuk mengupayakan kehidupan diri dan masyarakat di sekitarnya menjadi lebih baik dalam pergantian hari dan tahun. Sabda Rasulullah SAW menyatakan, `'Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, adalah orang yang beruntung. Bila hari ini sama dengan kemarin, berarti orang merugi, dan jika hari ini lebih jelek dari kemarin, adalah orang celaka.'' Dalam Alquran diungkapkan keterkaitan antara hijrah dengan turunnya rahmat Allah.

Firman Allah SWT dalam Alquran, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman,orang-orang yang berhijrah, dan berjuang di jalan Allah, merekalah (orang-orang yang) mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Baqarah [2]: 218) Sudah menjadi sunnatullah bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri tidak berusaha mengubah dirinya.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (ar-Ra'd [13]:11) 

Oleh karena itu, menyambut pergantian tahun Hijriyah perlu disertai dengan kesadaran yang kuat untuk melakukan upaya-upaya konkret dalam membangun kualitas umat dalam berbagai bidang, termasuk upaya menanggulangi kemiskinan. Esensi hijrah adalah perubahan perilaku ke arah yang lebih baik dan positif, menyingkirkan segala keburukan dan kerusakan serta menghadirkan kemaslahatan dalam kehidupan umat dan bangsa

24 November 2011

Tahun Baru Islam 1433 H


Massa Lalu adalah Sejarah, 
Massa Sekarang adalah Perjuangan 
dan 
Massa yang Akan Datang adalah Tujuan


Tahun Baru 1433 Hijriyah 

Kita Hijrah Menuju Kebaikan,
Semoga Kita Masih Teguh Iman & Islam.
Semangat Baru, Harapan Baru
Rencana-rencana Baru
Menyelesaikan Pekerjaan yang Masih Tertunda

Histeria Sang Pemburu Berita


Sungguh tiada terbayangkan, didepan kedua mataku tertulis takdir kematian seorang anak manusia dengan begitu mengenaskan, tubuhnya terpental tepat dibawah sebuah truk gandeng penuh muatan pasir, ajalpun menyapa di tengah histeria para saksi mata yang hanya kuasa melafalzkan …”Inna Lillah…”

jalananpun seketika memerah dan histeria terasa menggema dibawah rerintikan hujan diantara penuh sesak orang- orang yang memadati lokasi kejadian. Mulutku jadi bergetaran tanpa sesuatupun yang mampu kuucapkan.

Di sepanjang jalan ke rumah tiada henti bayangan kejadian itu membekas datang dan pergi. Teringat aku pada kejadian dua tahun silam, kecelakaan yang nyaris sama pernah kualami yakni jatuh terpental dari motor dengan tubuh bergulingan menyapa kerasnya aspal . Cidera ringan yang kuderita saat itu ternyata samasekali belumlah sebanding dengan nilai sebuah kehidupan yang setidaknya masih bisa kurasakan hingga saat ini.

Kejadian kecelakaan maut batal lagi kuliput meski aku turut menjadi saksi mata kejadian tragis itu, bahkan kamera saku yang kubawa tak berfungsi apa –apa, hanya tanganku yang gemetaran yang masih sanggup memencet keypad dan meneruskan sebuah pesan singkat kepada seorang kawanku yang kebetulan sama – sama pemburu berita. Lagi – lagi aku batal meliput, terngiang serentetan kata-kata motivasi bang redaktur menyuntikkansemangat agar senantiasa tegar menjalani profesiku sebagai kuli tinta.

“Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan”, “Bila kamu belum menemukan pekerjaan yang sesuaidengan bakatmu, bakatilah apapun pekerjaanmu saat ini hingga kau akan tampil secemerlang orang yang berbakat”.

Bang redaktur memang tak pernah kehabisan stok kata-kata penuh hikmah, dimejanya selalu tersedia buku tebal motivasi buah penanya sendiri. Bagiku dia sosok redaktur yang sangat brilliant yang memandang hidup ini dengan kacamata serba indah.

Tapi Mau bagaimana lagi, untuk saat ini jangankan meliput, melihat darahyang tertumpah saja aku tak kuasa.

Di tengah sergapan terik mentari, aku mengusap peluh dan berharap akan ada bahan berita yang kali ini bisa menggenapi tugas peliputanku.

Masih membekas jelas dalam ingatanku sewaktu dulu aku dan teman – teman kecilku beradu layang – layang di tengah pematang sawah yang usai di panen, saat itu bentuk layang – layang kami bermacam – macam ada yang berupa orang – orangan, berwujud sebuah pesawat sederhana dan ada juga yang menyerupai ikan besar yang berekor panjang.

Seorang pria berkamera mendekati kami, jepret sana dan jepret sini dan beberapa hari kemudian salah seorang temanku berlarian kegirangan dengan menenteng sebuah koran terbitan lokal yang memuat foto layang – layang kami. Betapa bangganya kami saat itu karena adu layang – layang kecil – kecilan dalam media itu ditampilkan dengan tajuk festival layang – layang terbang. Kami sama sekali belum bisa memahami jika telah menjadi obyek peliputan seorang kuli tinta yang cerdik dalam memanfaatkan setiap moment sebagai peluang berita.

Sebuah pesan masuk kuterima, seorang informan memberikanku sebuah alamat dan aku harus segera meluncur ke tempat itu. Seperempat jam mengukur jalanan akhirnya aku sampai di lokasi yang dimaksud. Bau tak sedap memenuhi tempat itu, maklum sebuah Tempat Pembuangan Akhir, Puluhan orang di tempat itu berbaur diantara para pemulung yang tengah memanjat bergunung – gunung sampah. Aku bertanya kepada salah seorang diantara mereka. “seorang bayi ditemukan di antara tumpukan kardus di tempat ini”, papar salah seorang diantara mereka dengan singkatnya.

kulihat seorang perempuan berpakaian lusuh menggendong bayi, kucoba mengambil gambarnya namun dengan bayi yang masih merah dalam gendongannya tiba – tiba ia mendekatiku dan berteriak histeris. “jauhkan wartawan itu dari tempat ini”, seraya tangannya menunjuk kearahku. Dengan berusaha bersikap tenang aku menjelaskan bahwa ini adalah panggilan profesi dan kupinta ia bersikap sewajarnya saja, wanita itu terus berteriak sambil mengatakan “aku hanya seorang pemulung, tak punya uang untuk diberikan kepada seorang wartawan”. Kerumunan orang di tempat itu berusaha menenangkan wanita itu namun akhirnya aku memilih pergi tanpa sebuah berita. Harapanku membuat liputan khusus pupus sudah, Batinku seketika merasa terpukul “sudah begitu rendahkah seorang kuli tinta hingga banyak yang menafsirkan profesi kami identik dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan yang ujung – ujungnya amplop dan sogokan”. Padahal aku ingin membuat berita yang obyektif dan merangsang masyarakat agar peduli dengan masalah – masalah sosial khususnya yang menyangkut dekadensi moral generasi muda yang sangat mungkin melatarbelakangi semua itu.

Lagi – lagi aku pulang tanpa hasil …entah apa yang akan kukatakan kepada redakturku nanti, aku keras berpikir namun sama sekali tak ada ide.

Tiba – tiba terbersit ide untuk menuliskan kejadian itu apa adanya berikut gambar yang sempat terekam oleh kameraku. Judulnyapun tak kubuat – buat “Seorang pemulung menemukan bayi merah diantara tumpukan kardus”.Kutuliskan didalamnya bahwa salah seorang pemulung dengan begitu mulia bersedia merawat bayi malang itu, andai tak ada lagi bayi yang dibuang dan di sia-siakan tentunya pemulung hanya akan memunguti sampah dan bukannya memunguti nyawa seorang anak manusia yang tak berdosa.

Betapa senangnya redakturku dengan hasil liputanku kali ini. “ini baru berita”, pujinya seraya menyodorkan sebuah nota. Di meja bendahara nota itu kemudian berubah menjadi sebuah amplop yang kuterima dengan perasaan lega. Seberapa besar isi amplop tak lagi penting bagiku, rasa syukurku setelah pemuatan tulisanku itu tak bisa tergantikan oleh apapun juga.

Di depan meja kerjaku, kubolak – balik amplop itu tanpa kubuka isinya, berkali – kali aku menimbang nimbang amplop itu, terbayang hutang – hutangku di warung sebelah, sebenarnya tak banyak namun berapapun jumlahnya hutang tetap saja hutang yang mesti dilunasi biar tidak menjadi beban di kemudian hari, terngiang – ngiang jelas di telingaku histeria wanita pemulung itu, seakan – akan jari jemari wanita itu masih saja menunjuk kearahku. Kukeluarkan motorku dan tujuanku hanya satu yakni ke Tempat pembuangan akhir sampah dan berharap menemukan wanita itu di sana.

Bau tak sedap sampah mulai menghinggapi hidungku, tak terasa akupun telah sampai. Kuhamburkan pandanganku di pegunungan sampah yang makin lama makin meninggi namun tak kulihat wanita itu disana, namun ada salah seorang pemulung yang tiba – tiba menunjuk ke sebuah arah, seketika pandanganku menubruk sebuah tumpukan kardus. Akupun berjalan mendekat dan kulihat wanita pemulung itu tengah menyusui bayi merah itu layaknya anak kandungnya. Wanita itu terperanjat melihat kehadiranku lagi di tempat itu namun dia berusaha tenang mengingat bayinya yang tertidur lelap. Kuraih ampop dari balik saku jaketku dan meninggalkannya di dekat bayi merah itu. Wanita itu hanya memandangiku tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya dan akupun segera berlalu dari tempat itu.

Memang naluri tiada pilih kasih, pemulung atau apapaun profesinya seorang ibu tetaplah seorang ibu, ditengah tumpukan sampah yang tak sedap dan tak layak huni, wanita pemulung itu berusaha memberikan tempat yang nyaman bagi anak ‘barunya’ meski hanya sebatas dari potongan – potongan kardus.

Naluri memang tetaplah naluri, di tengah histeria yang kurasakan naluriku sebagai kuli tinta makin menebal.

Menurut si mbak warung sebelah rumahku, bang redaktur beberapa kali datang mencariku, dan bang redaktur juga telah melunasi hutangku di warung. Saat akhirnya aku bertemu lagi dengan bang redaktur dia hanya tersenyum sambil berkata “Kuharap kreatifitas ini tak berhenti sampai disini”.

Hari Guru....Tanya Kenapa?

Seluk beluk ISBN


International Standard Book Number, atau ISBN (arti harfiah Bahasa Indonesia: Angka Buku Standar Internasional), adalah pengindentikasi unik untuk buku-buku yang digunakan secara komersial. Sistem ISBN diciptakan di Britania Raya pada tahun 1966 oleh seorang pedagang buku dan alat-alat tulis W H Smith dan mulanya disebut Standard Book Numbering atau SBN (digunakan hingga tahun 1974). Sistem ini diadopsi sebagai standar internasional ISO 2108 tahun 1970. Pengidentikasi serupa, International Standard Serial Number (ISSN), digunakan untuk publikasi periodik seperti majalah.

Prefiks ISBN untuk negara Indonesia adalah 979.

Saat ini hampir setiap buku yang terbit memiliki ISBN (IInternational Standard Book Number/(Nomor Buku Standar Internasional.) ISBN dapat juga dipakai sebagai pengukur tingkat peradaban suatu bangsa. Semakin maju sebuah negara, semakin banyak buku yang diterbitkannya dan hal terbebut dapat diketahui dari nomor ISBN yang dimiliki oleh negara bersangkutan. Lalu apakah ISBN itu sebenarnya? Sulitkah mendapatkan ISBN? Di manakah ISBN bisa didapatkan?
Semoga artikel yang saya unduh dari

http://pnri.go.id/official_v2005.5/services/isbn/index.asp?box=detail&id=2005922101642

dapat membantu anda.

1. Bentuk Penulisan ISBN dan Barcoding

Bentuk Penulisan ISBN

Pengenal kelompok (group identifier)

Pengenal penerbit (publisher prefix)

Pengenal judl (title identifier)

Angka pemeriksa (check digit)

EAN Barcode untuk produk terbitan (buku)

Angka pemeriksa setelah penggabungan dengan EAN Barcode

Barcode ISBN

EAN barcode terdiri dari 13 digit yakni 3 digit untuk produk terbitan, 9 digit untuk ISBN dan 1 digit sebagai check digit EAN barcode.

Penggabungan ISBN dengan EAN Barcode, menghasilkan angka digit 978 yang tercantum pada bagian bawah penomoran ISBN. Lambang angka digit 978 menunjukkan hasil produk terbitan.

2. Jadwal dan Alamat Layanan

Waktu Pelayanan :

Senin s.d. Jumat
Jam 09.00 s.d. 15.00 WIB
Istirahan jam 12.00 s.d. 13.00 WIB

Alamat Badan Nasional ISBN Indonesia (National ISBN Agency, Indonesia) :

Tim ISBN/KDT
Gedung Deputi I Blok A Lantai 2
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430
Telp. 021-92920979, 021-68293700 (Direct)
Fax. 021-3927919, 021-70902017
Email : isbn@pnri.go.id, pusnaskadete@yahoo.com

3. Keanggotaan

Untuk Memperoleh ISBN terhadap setiap terbitan, setiap pemohon harus terdaftar sebagai anggota ISBN.
Persyaratan permohonan ISBN adalah sebagai berikut:

1. Membuat surat permohonan atas nama penerbit dengan melampirkan:

Fotocopy halaman judul;

Fotocopy halaman balik judul;

Fotocopy daftar isi;

Fotocopy kata pengantar.

Surat permohonan berikut lampirannya dapat dikirimkan melalui Fax. (021) 3927919

2. Mengisi surat pernyataan sebagai anggota ISBN/KDT yang disediakan Tim (Cukup satu kali saja).

Permohonan ISBN/KDT ditujukan kepada:
Tim ISBN/KDT
Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Blok A Lantai II
Jl. Salemba Raya 28 A Jakarta Pusat
Kotak Pos 3624 Jakarta 10002
Telp. 021-92920979, 021-68293700 (Direct)
Fax. 021-3927919, 021-70902017
Email : isbn@pnri.go.id, cc: pusnas@rad.net.id

BIaya administrasi untuk pengurusan ISBN/KDT dapat ditransfer ke rekening :

Bank Mandiri Cabang Cut Meutia
No. GIRO 123 000 453 970 8
a.n. Tim ISBN/KDT Perpusnas RI

Setelah terbitan buku mendapatkan ISBN/KDT, kami mohon kesediaan anda untuk mengirimkan 1 (satu) eksemplar dari hasil terbitan tersebut kepada Tim ISBN/KDT agar kami dapat memantau pemakaian ISBN/KDT anda.

4. Pengertian dan Fungsi

ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number (Nomor Buku Standar Internasional) yang terdiri dari deretan angka 10 digit sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit.

ISBN memiliki fungsi :

Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit

Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku

Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarluaskan baik oleh Badan Nasional ISBN di Jakarta maupun Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di Berlin – Jerman.

5. Brosur Digital Layanan ISBN/KDT

Brosur digital ini dikemas dalam bentuk dokumen PDF berukuran 310516 bytes.
Anda harus memiliki aplikasi PDF Reader untuk membaca dokumen ini.

Klik di sini untuk mengunduh.

CATATAN:

- Mohon maaf kalau ada info yang ketinggalan jaman, tetapi secara umum, artikel ini dapat menjadi referensi terutama jika anda ingin menerbitkan buku sendiri.

- Dapat bocoran kalau biaya pengurusan ISBN cuma 25 ribu, bisa ditunggu. Prosesnya cepat dan mudah asal semua persyaratannya terpenuhi.

- Baca juga pengalaman mbak Nadia Alwi ketika mengurus ISBN di URL:

http://nadnuts.multiply.com/journal/item/302/Quadrangle_Quadrangles_ISBN_Story
dan
http://nadnuts.multiply.com/journal/item/299/Quadrangle_ISBN_Siap_Cetak

LINK TENTANG ISBN

- http://www.isbn.org/standards/home/isbn/transition.asp

- http://www.isbn-international.org/

- http://en.wikibooks.org/wiki/How_to_find_a_book

- http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:ISBN

- http://www.isbn-international.org/en/agencies/indonesia.html

- http://en.wikipedia.org/wiki/International_Standard_Book_Number



Korepondensi/ Informasi

Telepon : (021) 929 209 79
Fax : (021) 392 7919; (021) 319 084 79
E-mail : isbn@pnri.go.id; isbn.indonesia@Gmail.com
Pos : Perpustakaan Nasional RI
Direktorat Deposit Bahan Pustaka
Jl. Salemba Raya 28 A/Kotak Pos 3624
Jakarta 10002

Quantum Teaching


Menurut Quantum Teaching, guru yang bercahaya bagaikan pemimpin orkestra yang andal dan berwibawa. Anda bagaikan seorang konduktor simfoni yang piawai dalam mengahasilkan nada-nada terbaik dari setiap musisi, dari setiap instrumen, dan bahkan dari ruang konser. Anda juga piawai menggubah kesuksesan - semua instrumen (murid) berhasil mencuatkan potensi-uniknya. Anda juga sangat peka dalam memperhitungkan segala sesuatu yang ada di dalam kelas (ruangan) Anda - setiap kata, pikiran, tindakan, asosiasi , dan individu. Semua itu Anda sinergikan secara apik dengan lingkungan dan rancangan kurkulum. 

Dan, akhirnya, Anda berhasil menyajikan (mempresentasikan) semua materi Anda secara sangat profesional. 

Sudahkah Anda menjadi guru yang bercahaya? Jika belum, berhasilkah Anda membayangkan sesosok guru yang bercahaya di dalam benak Anda?

20 November 2011

3 Pertanyaan 1 Jawaban


Ada sebuah kisah menarik yang pernah saya temukan ketika membaca buku ”jaman penjor” karya GusHar Wegig Pramudito. Sebuah kisah tentang seorang pemuda cerdas dengan tiga pertanyaan yang mengganggu pikirannya. Dan tulisan ini adalah adaptasi dari kisah tersebut dan saya tambahkan dialognya biar lebih dramatis. Hehe.. Berhari-hari ia mencari jawabnya. Ia baca buku-buku. Ia pun bertanya pada banyak orang. Tetapi jawaban yang didapatkannya tak kunjung memuaskan hati. Pemuda itu terus mencari. Rasa penasarannya tinggi. Selayaknya pemuda idealis yang selalu berpikir kritis akademis, ia kembali membaca buku-buku lain. Berhari-hari ia terus memikirkan hal ini. Sampai-sampai ia kurang tidur dengan pikiran lelah bercampur rasa gelisah yang mendera jiwanya.

Lalu, apa sebenarnya tiga pertanyaan yang membuatnya risau selama ini? Baiklah, barangkali anda mungkin bisa menjawabnya.

1) Jika Allah itu ada, mengapa tidak terlihat bahkan tidak bisa digambarkan?
2) Apakah takdir itu?
3) Setan terbuat dari api dan akan dimasukkan ke dalam neraka yang penuh api. Tentu saja setan tidak merasakan siksaan tersebut. Benarkah demikian?

Bagaimana dengan jawaban anda?

Hmm… Ratusan buku telah ia baca. Puluhan orang telah ia tanya. Ia telah berkelana ke berbagai tempat untuk mencari jawabnya. Bertemu dengan tokoh agama dan ahli filsafat untuk bertanya. Tetapi ia seperti menemui jalan buntu. Karena lelah mencari, ia pun mulai ragu. Jangan-jangan Tuhan, takdir, setan dan neraka itu memang tidak ada. Ia hanya imajinasi manusia semata. Begitu akhirnya ia berkesimpulan.

Sampai suatu ketika, tanpa sengaja ia bertemu dengan seorang kakek. Sebenarnya sang pemuda tidak berniat untuk menanyakan hal ini kepadanya karena penampilan si kakek yang kurang meyakinkan. Tapi tak ada salahnya untuk mencoba.

“Ada apa, Anak muda? Apa yang membuatmu risau selama ini?”

“Begini, aku punya tiga pertanyaan yang mengganggu pikiranku. Aku sudah mencari di berbagai buku, bertanya pada banyak orang, tetapi tidak ada yang memuaskan hati.”

Lalu pemuda itu pun menjelaskan tiga pertanyaan yang membuatnya tak bisa tidur nyenyak selama ini. Si kakek hanya diam. Tiba-tiba saja, ia menampar pipi pemuda itu dengan keras. Plakk!!

Bukan hanya kaget, pemuda itu marah. Darahnya mendidih, pikirannya bergejolak. Ia sungguh tidak diterima diperlakukan seperti itu. Si kakek lalu menenangkan dengan berkata, “Itulah jawaban atas tiga pertanyaanmu tadi, Anak Muda!”

“Apppaa?!? Apa maksud perkataanmu?” tanya pemuda itu heran.

“Baiklah, akan kujelaskan satu persatu.” Kata si Kakek sambil menghela nafas.

Kakek itu pun mulai bertanya, “Pertama, apakah kau merasa sakit ketika kutampar?”

“Tentu saja. Bahkan sakitnya masih terasa sampai sekarang.” Jawab pemuda itu kesal.

“Coba perlihatkan dan gambarkan padaku bagaimana rasa sakit itu?”

Pemuda itu hanya diam. Bingung.

“Bagaimana mungkin aku bisa menggambarkannya, Kek. Tentu saja aku tidak bisa menggambarkan bagaimana sakitnya ditampar”

“Tapi kau bisa merasakannya, bukan?”

Tanpa sadar, Pemuda itu mengangguk.

“Itulah jawaban pertanyaanmu yang pertama. Apakah kau percaya Tuhan?”

Seketika pemuda itu menjadi gamang.

“Anak muda, jika kau tidak percaya adanya Tuhan, maka kau tidak akan bisa menggambarkan dan menghadirkan-Nya dalam hatimu. Tapi jika kau percaya, maka Tuhan akan hadir dan tergambar dalam hatimu. Seperti rasa sakit yang kau rasakan ketika kutampar. Allah itu ada meski tak kasat mata. Ia hanya bisa dirasakan dan digambarkan oleh orang-orang yang percaya (beriman).”

Pemuda itu tersenyum. Ia telah menemukan jawaban yang sesuai dengan logika berpikirnya. Pertanyaan pertama akhirnya terjawab sudah.

“Lalu bagaimana dengan takdir?” katanya pada si kakek.

Kini giliran si kakek yang tersenyum. “Anak muda, apakah kau pernah merencakan jauh hari sebelumnya bahwa suatu saat nanti kau akan bertemu denganku untuk kutampar?”

“Gila. Tentu saja tidak”

“Tapi apa yang terjadi hari ini adalah bukti bahwa kita bertemu dan aku menamparmu tanpa kita rencanakan dan pemberitahuan sebelumnya. Tentu saja ini adalah kehendak Tuhan. Itulah takdir.”

Hmm. Logika yang menarik!

“Oke. Oke. Dua pertanyaan bisa kau jawab hanya dengan satu jawaban, Kek” Kata pemuda itu sambil mengelus pipi yang sakit. ” Sekarang tak mungkin kau akan menjawab pertanyaan ketiga dengan jawaban yang sama, bukan?”

”Haha… Kau keliru Anak muda. Pipimu terbuat dari apa?”

“Mm… kulit, daging dan tulang”

“Benar. Tapi maksudku, dalam penjelasan awal kejadian makhluk, manusia diciptakan dari apa?”

“Tanah… Mm.. Saripati tanah. Begitu yang kubaca dari buku”

“Benar. Begitu juga dengan pipimu. Ia berasal dari material yang sama yaitu (saripati) tanah yang akhirnya menjadi kulit, daging dan tulang. Bagimana dengan tanganku ini. Terbuat dari apa dia?”

“Tentu saja sama, (saripati) tanah.”

“Ketika kutampar pipimu dengan tanganku yang sama-sama tercipta dari material pembentuh tubuh yang sama, apa yang kau rasakan?”

“Sakit. Sakiiiiit sekali!”

“Itulah jawaban atas petanyaanmu yang ketiga. Meskipun setan terbuat dari api, ia juga akan merasakan sakit yang sama ketika disiksa api neraka nanti.”

Akhirnya, pemuda cerdas itu mengangguk. Tiga pertanyaan yang merisaukannya selama ini terjawab sudah hanya dengan satu jawaban: ”tamparan!”. 

Ia akhirnya percaya bahwa Tuhan, takdir, setan dan neraka itu ada! Ia akan mengingat pelajaran berharga itu seumur hidupnya. Wallahu A’lam Bishshawab.

Pertanyaan Tentang ‘Ayam Atau Telur Duluan’, Kini Sudah Terjawab


Mana yang lebih dulu, ayam atau telur? Sudah jadi pertanyaan paling filosofis maupun ilmiah selama berabad-abad.Tapi kini,jawabannya sudah tersedia. Para ilmuwan pekan ini mengklaim telah memecahkan teka-teki tersebut. Jawabannya, kata mereka, adalah ayam.

Para peneliti menemukan bahwa pembentukan kulit telur bergantung pada satu protein yang hanya ditemukan di indung telur ayam. Artinya, telur hanya bisa ada jika berada di dalam ayam. Protein yang disebut ovocledidin-17, atau OC-17 – bertindak sebagai katalis untuk mempercepat pengembangan kulit telur itu.

Cangkang keras ini penting sebagai tempat bagi kuning dan putih telur. Para ilmuwan dari universitas di Sheffield dan Warwick menggunakan super komputer untuk men-’zoom in’ pembentukan telur tersebut. Komputer yang disebut HECToR itu mengungkapkan bahwa OC-17 sangat penting dalam memulai kristalisasi atau tahap awal penciptaan kulit telur.

Protein tersebut mengubah kalsium karbonat menjadi kristal kalsit yang membentuk kulit telur. Kalsit kristal ada di berbagai tulang dan tempurung tetapi mereka terbentuk lebih cepat di dalam ayam. Unggas itu mampu menghasilkan 6 gram kulit telur setiap 24 jam.

Dr Colin Freeman, dari Departemen Teknik Material Universitas Sheffield, mengatakan : “Selama ini orang mengira bahwa yang terlebih dulu ada adalah telur, tapi kini kita memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa sebenarnya ayamlah yang lebih dulu ada.” “Protein itu sudah diidentifikasi lama dan diketahui terkait dengan pembentukan telur. Ternyata, dengan memeriksanya secara jeli kita dapat melihat cara protein itu mengendalikan proses pembentukan kulit telur.”

“Menarik untuk diketahui bahwa berbagai jenis spesies burung tampaknya memiliki variasi protein dengan cara kerja yang sama,” kata Freeman. Profesor John Harding, dari jurusan yang sama di Sheffield, mengatakan bahwa penemuan itu bisa berguna untuk hal lain.

“Memahami cara ayam membuat kulit telur dapat memberi petunjuk menuju rancangan baru maupun bahan baru,” katanya. Ia menambahkan, alam telah menemukan solusi inovatif untuk semua jenis masalah dalam ilmu tentang materi dan teknologi – kita dapat belajar banyak dari alam. Penemuan itu telah dipublikasikan dalam makalah “Structural Control Of Crystal Nuclei By An Eggshell Protein”

19 November 2011

Belajar Dari Lebah


Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah dan terus bertambah (Al Fath 4)

Tidak hanya seorang nabi dan rasul yang pernah mendapatkan wahyu dari Allah, ternyata seekor binatang juga pernah mendapatkan wahyu dari Allah untuk membenahi cara hidup dan pola kehidupannya hingga memperoleh ketenangan yang dapat memancarkan ketenangannya itu kepada manusia.

Surat An Nahl yang artinya lebah, memberikan inspirasi kepada kita untuk bisa menegakkan pilar-pilar kehidupan yang penuh dengan ketenangan. Setidaknya ada lima pilar yang tercermin dalam surat tersebut untuk menuju pada ketenangan hidup.

1. Kemandirian

Lebah dalam membuat sarangnya, ia pergi ke gunung-gunung, bukit, pohon-pohon atau tempat lain yang nyaman untuk melakukan produktifitas madu dan sejenisnya.

Allah berfirman: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (An Nahl 68)

Keluarga muslim bisa belajar bagaimana lebah ini membangun kemandiriannya dalam keluarga, dalam menentukan arah dan kebijakan untuk meraih tujuan. Kemandirian ekonomi, kemandirian nilai dan kemandirian dalam menghadapi berbagai goncangan hidup adalah harga mati yang harus dimiliki oleh keluarga muslim.

Keluarga muslim berarti memiliki kemandirian manakala mampu istiqamah berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam dalam menjalani kehidupan meskipun berhadapan dengan kendala yang berat dan lingkungan yang tidak Islami. Yasir dan Summayyah adalah suami isteri yang memiliki kemandirian nilai sehingga meskipun statusnya sebagai budak, ia mampu mempertahankan aqidah Islam yang diyakininya meskipun harus mati karena kezaliman majikannya yang menginginkan agar ia keluar dari Islam.

Dan dalam kehidupan sekarang yang pengaruh era globalisasi sedemikian besar, memiliki kemandirian nilai menjadi perkara yang amat penting, karena sesama anggota keluarga memang tidak bisa saling mengawasi setiap saat, bahkan tingkat kesibukan yang tinggi membuat anggota keluarga sulit berkomunikasi meskipun alat-alat komunikasi sudah semakin canggih.

2. Selalu makan yang halal

Lebah hanya mengambil makanan dari tempat yang manis, yang halal dan thayyib. Allah berfirman : kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). (An Nahl 69)

Maka jadikanlah keluarga anda sebagai keluarga islami yang hidup dari barang-barang yang halal dan jauh dari ketidak jelasan sumber maisyahnya. Halal dalam mencarinya dan halal dalam membelanjakannya.

Bila syariat telah melarang kita memberi makan keluarga dari sumber nafkah yang haram, maka sudah menjadi kewajiban suami agar hanya memberikan nafkah dari sumber yang halal, sehingga meskipun sedikit nafkah yang dapat diberikan suami tetapi mendapatkan barokah Allah, insya Allah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 172, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari sebaik-baik rezeki yang Aku berikan kepadamu, dan syukurlah kepada Allah, jika kalian benar-benar mengabdi (menyembah) kepada-Nya.

Seorang istri wajib mengingatkan suaminya agar tidak mencari nafkah pada pekerjaan yang dilarang Allah dan tidak mengambil harta orang lain dengan jalan yang batil. Ia sudah semestinya mengatakan kepada suaminya, “Takutlah kamu dari usaha yang haram sebab kami masih mampu bersabar di atas kelaparan, tetapi tidak mampu bersabar di atas api neraka”. Sehingga merupakan suatu perbuatan zalim bila suami memberi nafkah untuk istri dan anak-anaknya dari harta haram. Mereka yang mungkin tidak mengetahui dari mana sebenarnya sumber nafkah yang diperoleh suami akan terkena getah perbuatan kepala keluarganya itu. Sebab dari dalam tubuh mereka telah tumbuh daging yang berasal dari harta haram. Naudzubillahi min dzalik. Semoga Allah melindungi tubuh kita dari harta haram, Allahumma amin.

3. Banyak manfaatnya

Dari input yang baik, maka menghasilkan output yang baik pula. Sebagaimana lebah, keluarga muslim berorentasi pada memberi bukan menunggu pemberian, atau menanti penerimaan dari orang lain. Allah berfirman : “Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya” (An Nahl 69) Dan Rasulullah juga bersabda : Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya

Sebaik-baik keluarga adalah keluarga yang selalu memberi manfaat kepada orang lain. Kebahagiaan bukan hanya kerana mampu memenuhi keperluan diri dan keluarga, tetapi juga mampu memberi kebahagiaan kepada orang lain. Karena menolong orang adalah rezeki bagi kita sebab rezeki tidak semestinya dalam bentuk uang. Menolong orang lain supaya mempunyai harga diri di depan anak dan isterinya juga adalah rezeki. Membantu anak tertangga supaya dapat bersekolah dan berhasil adalah juga rezeki. Kadang-kadang kita berasa berat mengeluarkan apa yang kita peroleh. Padahal apa yang kita keluarkan bagi membantu orang lain itu adalah rezaki kita.

4. Mampu bersosialisasi dengan baik

Lebah dapat hinggap diranting yang kecil tanpa mematahkannya. Rasulullah saw bersabda: “Seorang mukmin yang bergaul dengan banyak orang dan dan sabar atas tindakan buruk mereka itu lebih baik daripada seorang mukmin yang tidak pernah bergaul dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka”

Maka profil keluarga muslim mestinya memiliki semangat human relation yangbaik, untuk membangun hubungan dan jaringan sosial di tengah masyarakat. Keluarga merupakan faktor utama dalam pembentukan karakteristik atau kepribadian individu atau anak dalam kehidupan bermayarakat. Kunci sukses hidup bermasyarakat adalah kemampuan untuk menjalin hubungan pertemanan. Dan apabila keluarga mengharapkan anaknya mampu bergaul dengan baik dan benar dalam masyarakat, maka sebaiknya dilakukan sosialisasi terhadap anak sejak dini. Namun, mengajarkan anak suka berteman atau bergaul di dlam lingkungan sosial atau lingkungan masyarakat tidaklah mudah. Khususnya bagi anak yang memang suka menyendiri atau tidak suka berteman.

Sosialisasi perlu dilakukan terhadap anak, karena apabila anak tidak dibekali aturan-aturan sosial dan nilai-nila islam maka saat anak beranjak remaja atau dewasa dan mulai berteman dengan banyak orang anak akan mendapat benturan dari lingkungan sosial atau lingkungan masyarakatnya. Bentuk dari benturan-benturan ini bisa bermacam-macam, anak yang tidak dibekali oleh aturan-aturan sosial dan nilai islam namun memiliki rasa percaya diri yang kuat, maka anak bisa dianggap aneh oleh masyarakat. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh orang tua juga ditentukan oleh profesi atau pekerjaan orang tua, status orang tua dilingkungan mayarakat, dan kemampuan ekonomi serta faktor yang lainnya. Berbagai profesi atau pekerjaan yang dimiliki oleh orang tua mempunyai pengaruh yang sangat penting tentang bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

5. Ketulusan yang paripurna

Lebah dengan tulus berperan membantu penyerbukan bunga.Ketulusan ini adalah inspirasi mulia, bahwa memberi itu lebih mulia daripada menadahkan tangan untuk menerima, apalagi meminta-minta. Dalam memberikan apapun tidak perlu hitung-hitungan karena Allah pun akan menghitung. “Bersedekahlah dan jangan kamu menghitung-hitung sehingga Allah juga akan memakai hitungan-hitungan terhadapmu” (HR Ahmad)

Bukan saja dalam masalah financial, tetapi juga dalam cinta dan kasih saying. “Sebagaimana kamu memperlakukan, begitu pula kamu akan diperlakukan” (HR Ibn “Ady)

Semangat memberi rasa cinta inilah yang akan melanggengkan bangunan keluarga. Karena cinta akan menjadi perekat yang selalu actual menghadapi prahara. Karena orang yang berorentasi untuk memberi tentu akan selalu berusaha untuk menggali dan mencari mutiara dalam keluarga.

Kehidupan rumah tangga Rasulullah penuh dengan ketulusan memberikan rasa cinta. Itu sebabnya dakwah Islam mengalami kesuksesan. Maka setiap muslim dianjurkan untuk selalu tulus memberikan cintanya pada pasangannya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ’alahi wasallam secara tulus mengekspresikan cinta pada para istrinya. Beliau pernah memanggil ’Aisyah dengan sebutan humaira, yang berarti pipi kemerahan. Tentu saja ekspresi cinta berupa pujian ini melambungkan hati ’Aisyah.

Rasulullah pun tidak malu memberikan tulus cinta pada ’Aisyah ketika ada seorang sahabat yang bertanya tentang siapa yang dicintai oleh Nabi. Dari golongan laki-laki Rasulullah menjawab Abu Bakar, sedangkan dari golongan perempuan adalah ’Aisyah.

Rasulullah juga dengan senang hati kerap menjahit sendiri bajunya dan membantu pekerjaan istri-istrinya. Beliau melakukan semuanya sebagai wujud perhatian dan ekspresi tulus cinta kepada sang istri.

Potret PKG dan Fenomena Sertifikasi Guru











17 November 2011

Tes Kemampuan Bagi Pengunjung blog yudi supriadi sang pengabdi


Ada 5 buah rumah yang masing2 memiliki warna berbeda. Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda2.

Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu, merokok satu merk rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu.

Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang meminum minuman yang sama, merokok merk rokok yang sama dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.

Pertanyaannya : Siapakah yang memelihara IKAN ??

Hints :
- Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah
- Orang Swedia memelihara anjing
- Orang Denmark senang minum teh
- Rumah berwarna hijau terletak tepat di sebelah kiri rumah berwarna putih
- Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi
- Orang yang merokok PallMall memelihara burung
- Penghuni rumah yang terletak di tengah2 senang minum susu
- Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill
- Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama
- Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing
- Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill
- Orang yang merokok Winfield senang minum bir
- Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia
- Orang Jerman merokok Rothmans
- Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air

Albert Einstein menyusun teka teki ini pada abad yang lalu. Dia menyatakan, 98 % penduduk di dunia tidak mampu memecahkan teka teki ini !!!!

Apakah anda termasuk yang 2 % ???

Test Of IQ Or Logic


Suatu hari Ucok dan papa nya pergi ke Danau Toba. Dalam perjalanan tiba-tiba Ucok dan papanya di tabrak oleh truck. Oleh karena kecelakaan ini papa nya harus di bawa ke rumah sakit dan menjalani operasi. Sementara papa nya Ucok berada di ruang operasi, Ucok menunggu dengan duduk di bangku yg tersedia di depan ruang operasi. Tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruang operasi di mana tempat papa Ucok di rawat dan dia melihat ke arah Ucok., lalu dokter itu berkata “ Loh ini kan anak Saya…!


Pertanyaan:

  1. Kenapa dokter ini berkata bahwa Ucok adalah anak nya, sedangkan papa nya masih terbaring di ruang operasi untuk menjalankan operasi. 
  2. Siapakah dokter ini ?
 Fakta:
  1. Papa nya paul masih terbaring di ruang operasi tersebut.
  2. Yang tertabrak adalah benar-benar papa paul.
  3. Paul tidak memiliki papa angkat.
 Aku tunggu dech jawabannya di kotak comment….. have fun

Reality Is Truth Of


Pengertian benar menurut etika (ilmu akhlak) ialah hal-hal yang sesuai /cocok dengan peraturan-peraturan secara objektif “Benar” adalah satu tak ada dua benar yang bertentangan, mungkin salah satunya saja yang benar atau kedua-duanya salah. Jadi kebenaran itu pada dasarnya satu dan yang bermacam macam tersebut hanyalah bagaimana cara menyapai kebenaran tersebut.

Apabila benar itu kriterianya adalah peraturan, maka adalah wajar apabila kita dapati di dunia ini yang berlainan. Bahkan mungkin bertentangan antara benar menurut waktu yang lain atau benar menurut sesuatu golongan dengan benar menurut golongan yang lain, sebab peraturannya berlainan.

Secara objektif, bahwa benar hanyalah satu dan tak mungkin mengandung perlawanan didalamnya, maka pada hakikatnya yang benar itu adalah pasti dan hanya satu, yang dibuat maha satu, peraturan yang dibuat oleh manusia yang bersifat relatif adalah benar apabila tidak bertentangan dengan peraturan objektif yang dibuat oleh tuhan,
Dalam fisafat, pengajian tentang standar kebenaran amat penting karena salah satu definisi filsafat adalah cinta kebenaran.

Karl popper, filosof Jerman menegaskan bahwa pemikiran yang sudah dianggap benar itu harus digugat kembali, caranya adalah dengan mengadakan dekontruksi pemikiran yaitu mengadakan pengkajian ulang terhadap data data yang terkumpul. Suatu teori yang sudah dianggap benar, maka teori itu harus tahan uji (testable).
Yakni dengan mencari data baru yang bertentangan dengan itu kalau data itu bertentangan dengan teori yang ada maka otomatis teori itu tersebut batal (refutability) sebaliknya kalau data itu cocok dengan teori lama. Maka teori itu semakin kuat (corrobartion).

Menurut laningan (naskah akta) Ada 3 Teori kebenaran:
Teori koherensi
Suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan ini koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya dianggap benar.
Jika kita mengangap bahwa “ semua manusia itu akan mati” adalah suatu pernyataan yang benar maka pernyataan sih fulan adalah seorang manusia dan sih fulan pasti akan mati, adalah benar pula sebab koheren atau konsisten dengan pernyataan pertama

Teori Korespondensi
Suatu pernyataan adalah benar jikalau materi yang terkena oleh Persyaratan itu berkorespondesi (Berhubungan) dengan objek yang dituju oleh pernyataan itu
Bahwa jakarta adalah ibukota RI, itu adalah benar berkorespondesi dengan fakta.
Teori korespondensi ini pada umumya di anut oleh para pengikut realisme, Diantara pelopor teori korespondensi ini adalah plato, Aristoteles, Moore, Russel, Ramsey dan tarski, teori ini dikembangkan oleh bertrand Russell.

Teori Pragmatik
Suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia.
Kalau teori x dikembangkan menjadi teori y yang kemudian teori y berhasil dibuktikan maka teori x itu benar.
Istilah pragmatisme ini sendiri diangkat pada tahun 1865 oleh charles. S. pierce ( 1839-1914)

Mehdi Ha’iri yazdi, profesor filsafat di unirvesitas teheren menambahkan bahwa ukuran kebenaran itu tidak hanya koheresi, korespondensi, dan pragmatis tetapi ada tambahannya yaitu ilmu hudhuru/ iluminasi.

Ilmu iluminasi ini berada dengan korespondesi karena kalau dalam korespondensi membutuhkan objek diluar diri seperti meja dan kursi. Adapun iluminasi tidak memiliki objek diluar dirinya tetapi objek itu sendiri adalah objek subjektif yang ada pada dirinya.
Para sufi pada umumya mengakui dan bahkan mempertegas keberadaan konsep iluminatif ini, oleh sebagian sufi, iluminasi itu adalah pengetahuan diri tentang diri yang berasal dari penyinaran dan anugrah tuhan. Pengetahuan tersebut di gambarkan dengan berbagai ungkapan dan keadaan. Ada yang menyebutkannya dengan terbukanya hijab antara dirinya dengan tuhan sehingga pengetahuan dan rahasianya dapat diketahui. Ada yang mengukapkan dengan rasa cinta yang dalam sehingga antara dia dengan tuhan tidak ada rahasia lagi.
Bagi Ha’iri Yazdi pengetahuan para sufi itu di perkuat dengan meletakan landasan yang lebih rasional dan argumen filosofis. Menurutnya pengetahuan para sufi tersebut adalah bagian dari pengetahuan subjek yang merupakan dasar atau prasyarat sebelum mengetahui objek eksternal.

Guru adalah Sutradara


Besok sekolah tahun ajaran baru ajan dimulai maka saya coba berbagi cerita tentang GURU. Karena merekalah yang paling berperab di dalam kelas mulai esok hari. Berangkat dari asumsi bahwa sutradara merupakan orang yang berperan besar dalam keberhasilan sebuah film, maka guru dalam proses pembelajaran siswa, agar berhasil, ada baiknya berperan sebagai sutradara.

Analog tersebut setidaknya dilatarbelakangi oleh dua hal.

Pertama:
Kurikulum 2004 memberi keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan proses pembelajaran. Depdiknas melalui Balitbang kurikulumnya hanya menetapkan dua komponen dalam silabus, yaitu standar kompetensi dan kompetensi dasar (Kurikulum 2004: 20-30). Komponen lain seperti strategi, materi, alokasi waktu, dan sumber bahan ajar, diserahkan kepada guru untuk dikembangkan sesuai dengan prinsip relevansi, konsistensi, dan adekuasi.
Kata keleluasaan itulah, yang perlu digarisbawahi. Sebab, di dalamnya tersirat makna kreativitas yang idealnya menjadi daya hidup bagi setiap guru. Kita tahu, sutradara bekerja berdasarkan skenario. Tetapi ketika sudah terlibat dalam proses penggarapan film, ia tidak secara kaku menerjemahkan teks skenarionya. Ia harus terus menggali ide dan kreasinya, agar proses penggarapan itu berhasil. Demikian pula guru, tidak harus terjebak pada skenario pembelajaran yang bersifat tekstual. Ia dapat mengupayakan berbagai strategi, materi, dan sumber bahan ajar secara variatif.
Ketika satu strategi dianggap kurang berhasil, guru perlu mencoba strategi lain. Ketika materi dan sumber bahan perlu dikembangkan, ia dapat memanfaatkan potensi sumber bahan yang makin lengkap, dari koran hingga internet.
Ingat, buku teks kini bukan lagi harga mati bagi siswa. Barangkali, semua itu relevan pula dengan ungkapan jawa"guru ora kurang lakon".

Kedua:
Cara pandang sutradara kepada para pekerja film, khususnya para aktor. Mereka selalu berpandangan bahwa pada diri aktor sesungguhnya telah ada bakat dan kemampuan. Tugas sutradara tinggal mengarahkannya. Bagaimana ia dengan sabar dan tekun mengasah talenta para aktor, dengan selalu berprinsip bahwa apa yang mereka lakukan adalah "proses untuk menjadi". Sehingga, mereka tidak pernah berhenti untuk menggali potensi diri.
Demikian pula guru. Paradigma siswa adalah kertas putih yang masih kosong, harus ditinggalkan. Karena pada diri siswa sebenarnya telah ada bakat dan kemampuan. Tugas gurulah, untuk mematangkan segenap potensi itu.

Perlu diingat pula, sutradara yang baik selalu mengenali karakter setiap aktor. Demikian pula guru. Ia perlu mengenali perbedaan karakter siswa dengan baik, sehingga -meski proses pembelajaran bermodel klasikal- guru tidak mematikan prinsip pembelajaran individual.
Lalu, bagaimana bila sutradara itu harus berperan sebagai aktor? Apakah guru juga harus menjadi demikian? Jawabannya, Ya! Ingat adanya ungkapan "A good teacher is an actor".
Jadi guru yang baik juga tahu, kapan saatnya ia berperan sebagai sahabat, orang tua, dan pengajar bagi siswa yang selalu dibanggakannya.

Pertanyaan terakhir, siapkah kita (guru) menjadi sutradara bagi siswa? Jawaban bijak, barangkali: Siap untuk terus belajar dan menempa diri. Bukankah menjadi guru sesungguhnya juga "proses untuk menjadi" yang tak pernah berhenti!

Bila demikian, yang muncul di hadapan siswa adalah sosok guru yang dekat dengan siswa dan mampu menjadi tumpuan harapan untuk membimbing mereka meraih masa depan.
tugas sutradara itu ibarat pencipta sesuatu yang nantinya akan divisualisasikan. dan tentu saja sutradara inilah yang menjadi dalang dalam proses penciptaan itu, di mana pada otak sutradara inilah karya tersebut akan diwujudkan. gampangannya....si sutradara ini harus mempunyai gambaran, mau diwujudkan seperti apa karya tersebut.

kalau kriteria sutradara, pastinya dia harus paham betul apa yang ingin dia sampaikan dan paham betul tentang seluk beluk bidang yang dia geluti itu, bahkan masalah yang kecil sekalipun.

setahu saya ada dua macam sutradara.
1. sutradara yang menuntut pemainnya untuk memainkan peran sesuai konsepnya atau sesuai apa yang ada di otaknya.
misalnya dalam dunia peran, ketika salah satu pemainnya harus berperan sebagai pengemis, si sutradara itu menuntut pemainnya itu untuk menjadi pengemis sesuai dengan intepretasinya si sutradara ini, bahkan kalau perlu si sutradara ini harus memberi contoh seperti apa pengemis yang dia kehendaki itu.
kasarannya, sutradara ini adalah sutradara yang otoriter, dimana semuanya harus seperti yang ada di otaknya. namun keotoriterannya itu sangat wajar mengingat dialah yang menjadi sutradara (pencipta) dan pemainnya itu sebagai ciptaannya.

kelemahan pada jenis sutradara semacam ini adalah membatasi kreativitas si pemain, mengingat pemainnya adalah manusia juga yang pasti mempunyai daya imaji yang berbeda pula. dan perlu dicatat, kelemahan pada sutradara ini tidak berlaku pada sutradara yang pemainnya adalah benda mati (dalang dengan wayangnya), namun tetap berlaku pula ketika dalang ini berhadapan dengan pemain waranggononya.

namun sekali lagi keotoriteran si sutradara ini tidak bisa disalahkan, karena itu adalah hak dia, dan otomatis untuk para pemain yang berhadapan dengan sutradara semacam ini adalah adanya kesediaan dia untuk menjadi boneka yang mau dibentuk sebagai apapun, terserah si sutradara tersebut (meski dalam kenyataannya sangat sering ditemui kesulitan ketika para pemain ini harus menjadi seperti yang ada di otak si sutradara)

namun asalkan ada komunikasi yang baik antara si sutradara dan pemainnya, adanya kesadaran peran antara sutradara dan pemainnya dan adanya kesadaran si sutradara bahwa si pemain itu juga pastinya mempunyai kekurangan, semuanya bisa di atasi kok.

2. sutradara yang membebaskan para pemainnya untuk memvisualisasikan imajinasi si pemain, asalkan tidak bertentangan dengan isi konsep yang ada di otak sutradara.
dalam hal ini, sutradara memberi kesempatan kepada para pemainnya untuk 'mencari' sendiri jati diri peran mereka masing2 sesuai dengan apa yang mereka imajinasikan namun tetap dalam pantauan sang sutradara. ketika si sutradara melihat bahwa si pemain telah menemukan 'jiwa' yang akan diperankan, di sinilah sutradara memintanya untuk menyimpan 'jiwa' yang telah ditemukan tersebut untuk kemudian digali lebih dalam.

kelemahan dari jenis sutradara ini adalah adanya pandangan adanya kekurang tegasan pada sang sutradara. ada kesan bahwa sang sutradara ini melimpahkan tugas 'menciptakan' karya kepada para pemainnya untuk kemudian tugas dia hanya memilih mana yang pantas dilakukan mana yang tidak.

demikian pendapat saya, dan alangkah lengkapnyalah bila anda bisa menggabungkan kedua jenis sutradara tersebut, mempunyai ketegasan dalam mencutradarai namun tidak memenjarakan imajinasi dan daya kreasi para pemain. Assistant Director:
Hal pertama yang perlu diluruskan tentang Assistant Director/Asisten Sutradara adalah bahwa seorang asisten sutradara BUKANLAH asisten dari sutradara. Asisten Sutradara memiliki job desknya sendiri dan tidak bertanggung jawab pada sutradara, melainkan pada produser. Seringkali seseorang yang ingin menjadi sutradara menganggap bahwa asisten sutradara adalah jenjang untuk menjadi sutradara. Ini adalah suatu pemahaman yang keliru, karena pada dasarnya jenjang berikutnya dari seorang asisten sutradara adalah menjadi produser.
Hal ini disebabkan karena pekerjaan asisten sutradara sangat berhubungan dengan manajemen, bukan kreatif. Asisten Sutradara bertugas untuk membuat breakdown script, mengatur jadwal shooting dan memastikan shooting bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Seorang mentor pernah mengumpamakan bahwa asisten sutradara adalah “bad cop” sementara sutradara adalah “good cop”. Hal ini disebabkan karena asisten sutradara harus menjadi figur yang “galak” di set, sehingga membuatnya menjadi figur yang kurang populer. Namun, berhasilnya sebuah shooting sangat bergantung pada keahlian asisten sutradaranya. Jika seorang asisten sutradara dapat mengatur jadwal dengan baik dan mampu menangani keadaan dengan baik, maka kemungkinan besar shooting akan berjalan dengan baik.
Tugas lain yang sudah menempel pada asisten sutradara adalah berteriak-teriak memberikan segala cue pada crew. Biasanya sutradara akan memberikan cue-nya pada asisten sutradara, kemudian si asisten sutradara yang akan meneriakkannya.

Production Manager/Unit Production Manager:
Production Manager adalah sebuah jabatan yang sangat penting dalam sebuah produksi yang berskala besar. Pada dasarnya tugas Production Manager adalah menjamin shooting bisa berjalan sesuai dengan rencana. Ia adalah seseorang yang bertanggung jawab atas budget yang sudah tersedia, memastikan alat-alat tersedia, memastikan makanan untuk crew tersedia, memastikan ada transportasi untuk semua crew, dan hal-hal lainnya di lokasi shooting. Singkatnya, seorang production manager bertugas menjalankan visi dari seorang produser. Ia juga bertugas untuk mengantisipasi masalah yang akan terjadi dan menangani masalah yang terjadi di lokasi.
Seorang Production Manager mutlak harus memiliki pengetahuan standart produksi film agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Jika pengetahuan seperti ini tidak dimiliki, bisa-bisa seorang Production Manager menjadi bulan-bulanan kru. Di hollywood, syarat untuk menjadi seorang Production Manager adalah sudah pernah bekerja selama 260 hari sebagai seorang asisten sutradara.
Pada dasarnya, jika dalam sebuah produksi film sudah ada asisten sutradara dan production manager yang bagus, maka sutradara dapat menjalankan pekerjaannya dengan sangat nyaman dan produksi film dapat berjalan dengan sangat baik.

Fungsi Sutradara
Fungsi disini diartikan dengan tugas dan tanggung jawab seorang sutradara. Secara umum, fungsi sutradara adalah melayani dan sekaligus memimpin pertunjukan atau pementasan di bidang artistik. (Jika dilihat dari persoalan manajemen, seorang Pimpinan Produksi atau Production Managerlah yang melaksanakan fungsi ini).
Secara ideal, fungsi seorang sutradara adalah merencanakan, memutuskan, mengarahkan, mewujudkan dan bertanggung jawab secara artistik dari pertunjukan atau pementasan yang dilaksanakan.
Kedua fungsi ini diemban dan dijalankan serempak dalam suatu ketika (bersama-sama). Tetapi seorang sutradara tidak dapat berjalan sendiri. Ia harus sadar akan dirinya dan kemampuannya. Oleh karena itu, ia membutuhkan orang lain yang dipilih dan diputuskannya (otoritas penuh!) untuk bekerja sama dalam menjalankan kedua fungsi tersebut.
Mereka dipilih dengan berdasarkan pada kebutuhan akan bidang-bidang khusus. Mereka terdiri dari dua kelompok besar yakni: pertama, kelompok pemain atau penari dan kedua, kelompok artistik. Kelompok pertama, sudah jelas, adalah kelompok orang-orang yang memiliki bakat atau keahlian bermain atau menari. Kelompok kedua, adalah orang-orang yang memiliki keahlian atau bakat di bidang perencanaan dan pelaksanaan untuk set/dekor/properti, desain tata cahaya (lampu), komposisi musik dan gerak, busana (kostum), rias wajah/rambut, aturan tata cara peralatan pentas (disebut: Pimpinan Panggung atau Stage Manager), dan pendamping penyutradaraan (disebut: Asisten Sutradara).

Penjabaran dari kedua fungsi sutradara adalah sebagai berikut:
1. Memilih naskah atau menulis naskah sesuai dengan tema yang diberikan.
2. Menafsirkan naskah yang dipilih. (Apabila sutradara sendiri yang menulis naskahnya, maka tingkat kesulitannya akan lebih kecil).
3. Menentukan batang pokok penafsiran dari naskah.
4. Memilih dan menentukan pemain dengan peran (casting) dan pekerja artistik yang dibutuhkan.
5. Memberikan batang pokok penafsiran naskah kepada seluruh personil yang telah dipilih untuk terlibat.
6. Membicarakan dan menyetujui rancangan atau desain set/dekor/properti/cahaya/busana/rias wajah-rambut, komposisi musik dan gerak (tari).
7. Membuat rencana pembiayaan yang dibutuhkan.
8. Melatih pemain dengan baik dan jujur sesuai dengan batang pokok penafsiran naskah yang sudah dipilih.
9. Mengembangkan gagasannya dengan mengacu pada batang pokok penafsiran naskah yang sudah dipilih.
10. Mengamati pertunjukan atau pementasan dan memberikan dorongan moril kepada pemainnya.

Apabila seorang sutradara bermaksud untuk mempercayakan pelaksanaan salah satu fungsinya kepada pihak lain karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, maka seorang sutradara harus pandai-pandai memberikan keseimbangan antara kekuasaan yang ada padanya dengan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepada pihak lain tersebut.